Selasa, 14 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Donald Trump Blokir Selat Hormuz dan 2 Kapal Perang AS Mendekat, Pengamat: Iran Siap Hadapi Serangan

Setelah negosiasi AS-Iran di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026) berakhir gagal, Presiden AS Donald Trump mengancam, AS akan memblokade Selat Hormuz.

"Jadi, kita tidak bisa membaca kebatinan strategi militer di sana, tapi saya pastikan di sini bahwa Iran akan selalu siap dengan berbagai kemungkinan."

Lantas, Stepi menyoroti riwayat pelanggaran gencatan senjata yang berkali-kali dilakukan AS dan Israel, yang menunjukkan bahwa kata-kata dari pejabat dua negara itu tidak bisa dipegang.

Melihat catatan tersebut, kata Stepi, Iran tentu akan bersiap menghadapi segala kemungkinan serangan.

"Dengan awalnya euforia hari pertama ada gencatan senjata, ternyata kemudian Hizbullah dan Lebanon Selatan diserang, itu kan menunjukkan bahwa ini tidak bisa dipegang sepenuhnya, perjanjian-perjanjian dan kesepakatan ini," ujar Stepi.

"Sehingga menurut saya, kalau ada gempuran di sisi baru, apakah itu nanti navy-nya, atau air force-nya, atau nanti darat, Iran saya rasa sudah siap."

Baca juga: Prabowo Temui Putin di Rusia, Komisi I DPR Dorong Gencatan Senjata Permanen Iran-AS

Stepi juga memandang, meski kekuatan militer AS dan Iran sangat jauh perbandingannya, Iran berhasil membuat dunia tercengang ketika terus melawan dan memperpanjang perang menjadi lebih dari 40 hari.

Kekuatan Iran semakin disorot ketika proksi dan siber bersatu, hingga ada lebih dari 14 juta rakyat Iran yang, sebagaimana disampaikan oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian di akun @drpezeshkian di media sosial X (dulu Twitter) pada Selasa (7/4/2026), telah menyatakan rela berkorban demi negara di tengah eskalasi konflik dengan AS dan Israel.

"Tentunya kalau dilihat head to head, Amerika adalah negara superpower, juara satu dari military capability, Iran ke-16, tentunya jomplang," papar Stepi.

"Tapi lagi-lagi, di sini ada hal-hal yang selama 44 hari ini kita juga terkaget-kaget, masyarakat dunia, baik akademisi maupun para pengamat."

"Bagaimana proxy-nya [Iran] all out, cyber-nya maju, sukarelawannya sampai 14 juta, itu yang tidak terbayangkan."

(Tribunnews.com/Rizki A.) 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved