Iran Vs Amerika Memanas
Mantan Direktur CIA Serukan Penggulingan Trump: Bahaya Dia Pegang Nuklir AS
Mantan Direktur CIA, John Brennan, menyerukan penggulingan Donald Trump dari jabatannya sebagai Presiden AS.
Informasi terbaru perang di Timur Tengah
- Blokade Selat Hormuz: Presiden AS Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan memblokade Selat Hormuz setelah para negosiator gagal mencapai kesepakatan damai dengan Iran, menurut CNN.
- Negosiasi Batal: Kemarin AS dan Iran mengakhiri negosiasi selama 21 jam di Islamabad tanpa mencapai kesepakatan sehingga nasib gencatan senjata yang rapuh selama dua minggu itu masih belum jelas.
- Efek Domino: Harga minyak kembali menembus angka $100 per barel pada hari Minggu karena blokade tersebut mengancam akan semakin mengganggu perekonomian global dan menjaga harga bensin tetap tinggi. Minyak mentah Brent, patokan internasional, naik 8 persen.
- Survei turun: Popularitas politik Donald Trump terus menurun di dalam negeri. Jajak pendapat menunjukkan bahwa perang terhadap Iran tidak populer di kalangan sebagian besar warga Amerika yang frustrasi dengan kenaikan harga BBM yang diakibatkan oleh perang melawan Iran, menurut Reuters.
- Mau digulingkan : Mantan Direktur CIA, John Brennan, menyerukan penggulingan Donald Trump dari jabatannya sebagai Presiden AS, dilansir dari The Guardian.
TRIBUNNEWS.COM, AS - Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), John Brennan, menyerukan penggulingan Donald Trump dari jabatannya sebagai Presiden AS.
Trump dinilai tidak layak untuk jabatan tersebut.
Oleh karena itu dia merekomendasikan amandemen ke-25 konstitusi AS yang membahas pemberhentian paksa presiden AS dari jabatannya.
Brennan, yang menjabat sebagai kepala CIA selama masa kepresidenan Barack Obama, mengatakan kepada MS Now bahwa pernyataan Trump baru-baru ini yang penuh gejolak tentang menghancurkan peradaban Iran dan bahaya yang ditimbulkannya terhadap begitu banyak nyawa membuatnya layak untuk dicopot dari Gedung Putih.
“Orang ini jelas tidak waras,” katanya dikutip dari The Guardian, Senin (13/4/2026).
“Saya rasa amandemen ke-25 ditulis dengan mempertimbangkan Donald Trump .”
Brennan menambahkan bahwa Trump terlalu menjadi beban untuk dibiarkan terus menjadi panglima tertinggi AS.
Nuklir AS dalam Kendali Trump
Dengan kondisinya yang 'tidak waras, Brennan khawatir dengan kekuatan militer yang sangat besar di tangan Trump, termasuk mengendalikan persenjataan nuklir AS.
Sebagai panglima tertinggi, Presiden AS memiliki wewenang tunggal dan mutlak soal peluncuran nuklir.
Perintah ini tidak memerlukan persetujuan dari Kongres, menteri pertahanan, atau pejabat lainnya.
Harus Amendemen ke-25
Komentar mantan direktur CIA tersebut menempatkannya di garis depan perdebatan mengenai keputusan Trump untuk berperang dengan Iran dan ancamannya yang semakin keras untuk menimbulkan kehancuran massal di negara itu.
Pada 7 April, Trump memperingatkan bahwa "seluruh peradaban Iran akan mati malam ini" jika rezim Iran gagal memenuhi ultimatumnya, sebuah ancaman yang menurut Brennan mengisyaratkan Trump bisa kerahkan nuklir AS.
Seiring meningkatnya retorika agresif dan penuh kata-kata kasar Trump, semakin banyak anggota parlemen dari Demokrat yang menanggapi dengan menyerukan agar Amandemen ke-25 diberlakukan.
Amandemen ini tercantum dalam konstitusi AS pada tahun 1967, memungkinkan wakil presiden dan mayoritas kabinet untuk memberhentikan presiden dengan alasan bahwa ia "tidak mampu menjalankan kekuasaan dan tugas jabatannya".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-AS-Donald-Trump-455552352322.jpg)