Pentagon: AS-RI Sepakat Perkuat Kerja Sama Pertahanan dan Kembangkan Teknologi Militer Terbaru
Pentagon umumkan kerja sama pertahanan baru dengan Indonesia, fokus pada tiga pilar dan teknologi mutakhir.
Ringkasan Berita:
- Pentagon mengumumkan kerja sama pertahanan baru dengan Kemhan RI, menekankan tiga pilar utama: pembangunan kapasitas militer, pendidikan profesional, serta latihan operasional.
- Kedua negara juga sepakat mengembangkan teknologi pertahanan mutakhir, memperkuat pasukan khusus gabungan, dan meningkatkan kesiapan operasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Markas Besar Departemen Perang Amerika Serikat (AS) atau Pentagon melalui keterangan resminya pada Selasa (14/4/2026) dini hari mengumumkan adanya kerja sama pertahanan baru antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) dengan Pentagon.
Hal itu diumumkan di tengah beredarnya isu bocornya dokumen proposal Pentagon yang mengusulkan agar pesawat militer AS bisa mengakses wilayah udara RI untuk melintas dan bahkan singgah dalam situasi tertentu.
Dalam keterangan di laman resminya, Pentagon menyebut perjanjian kerja sama baru itu menekankan tiga “pilar dasar” yang didasarkan pada kedaulatan nasional dan saling menghormati masing-masing negara.
Tiga pilar itu yakni pembangunan organisasi dan kapasitas militer, pelatihan dan pendidikan profesional militer, serta kerja sama di bidang latihan dan operasional.
Selain itu, disebutkan juga dalam kerangka perjanjian yang termuat dalam pernyataan bersama tentang kemitraan baru itu, kedua negara akan bekerjasama untuk mengeksplorasi inisiatif mutakhir.
Hal itu termasuk sejumlah hal di antaranya mengembangkan bersama kemampuan asimetris yang canggih.
Kemudian, mempelopori teknologi pertahanan generasi terbaru di bidang maritim, bawah permukaan, dan sistem autonomous.
Selanjutnya erta bekerja sama dalam dukungan pemeliharaan, perbaikan, dan pembongkaran mesin untuk meningkatkan kesiapan operasional.
Pernyataan bersama itu juga disebut menjelaskan bahwa AS dan Indonesia telah sepakat untuk meningkatkan pelatihan pasukan khusus gabungan, dan disebutkan keterlibatan tersebut akan memperkuat ikatan antara militer kedua negara.
Baca juga: AS: Hakim Perintahkan Pentagon Pulihkan Akses Jurnalis
Menteri Perang Pete Hegseth menyambut kedatangan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon pada Senin (13/4/2026).
Hegseth mengatakan kedatangan Sjafrie menunjukkan hubungan keamanan kedua pihak yang semakin berkembang dan akan terus berkembang.
"Kemitraan ini menandakan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita... memperkuat pencegahan di kawasan, dan memajukan komitmen bersama kita terhadap perdamaian melalui kekuatan," kata Hegseth dilansir dari laman resmi Pentagon pada Selasa (14/4/2026).
Hegseth juga mencatat bahwa Indonesia telah membantu AS dalam pemulihan jenazah anggota militer yang gugur dalam Perang Dunia Kedua.
Dia menambahkan penandatanganan nota kesepahaman kemitraan akan memungkinkan Pentagon melalui DPAA untuk memulihkan jenazah anggota militer AS tersebut di Indonesia.
"Saya menghargai dukungan Anda yang berkelanjutan dalam membantu Amerika Serikat menemukan, mengembalikan, dan melindungi jenazah prajurit kita yang bertempur bersama rakyat Indonesia selama Perang Dunia II," kata Hegseth kepada Sjafrie.