Remaja di Maharashtra India Ditangkap, Polisi Selidiki Ratusan Video Asusila Libatkan Anak-anak
Remaja 19 tahun di India ditangkap usai diduga buat 350 video asusila anak. Polisi selidiki jaringan dan korban terus bertambah
Ringkasan Berita:
- Remaja 19 tahun di Amravati, India, ditangkap atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak dan pembuatan ratusan video asusila
- Polisi menemukan lebih dari 350 video, meski baru delapan korban teridentifikasi
- Kasus ini juga menyeret tersangka lain dan diduga melibatkan jaringan lebih luas
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Seorang remaja berusia 19 tahun ditangkap polisi di distrik Amravati, Maharashtra, India, karena diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur serta pembuatan dan penyebaran video asusila.
Tersangka, Ayan Ahmed Tanveer, diduga menargetkan sejumlah korban perempuan dengan cara mendekati dan mendapatkan kepercayaan mereka sebelum melakukan eksploitasi seksual.
Aksi tersebut kemudian direkam tanpa persetujuan korban dan digunakan untuk mengancam serta memeras.
Ratusan Video Diselidiki
Dikutip dari India Today, polisi mengungkapkan bahwa tersangka diduga membuat lebih dari 350 video cabul.
Meski demikian, hingga saat ini baru delapan korban yang berhasil diidentifikasi secara resmi.
Baca juga: Eks Menlu Keluhkan Hubungan India-AS, Singgung Sanksi Gara-gara Beli Minyak Rusia
Kasus ini pertama kali terungkap setelah aparat menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di wilayah Paratwada, Amravati.
Ponsel milik tersangka telah disita dan tim forensik tengah berupaya memulihkan data tambahan, termasuk file yang telah dihapus.
Dijerat Sejumlah Pasal
Ayan dijerat dengan berbagai pasal, termasuk dalam: Undang-Undang Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual (POCSO); Undang-Undang Teknologi Informasi (IT Act) 2000; Bharatiya Nyaya Sanhita (BNS) 2023.
Ia kini ditahan hingga 21 April 2026 untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar dalam produksi dan distribusi video tersebut.
Seorang tersangka kedua, Ujer Khan Iqbal Khan, telah ditangkap karena diduga berperan menyebarkan sekitar 100 video melalui media sosial, yang memperluas dampak kasus ini.
Penyelidik menduga keterlibatan pihak lain dan terus mendalami asal-usul serta penyebaran konten tersebut.
Upaya Perlindungan Korban
Untuk melindungi korban, polisi menyediakan jalur pelaporan khusus yang difasilitasi petugas perempuan.
Identitas korban dijamin kerahasiaannya, dan penyebaran identitas tersebut merupakan pelanggaran hukum.
Kasus ini juga memicu polemik politik setelah muncul dugaan keterkaitan tersangka dengan partai All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen (AIMIM).
Sejumlah pihak menuding tersangka pernah terlibat dalam aktivitas partai tersebut, namun perwakilan AIMIM menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah tidak lagi memiliki hubungan dengan partai, meski pernah terlibat di masa lalu.
Di sisi lain, kasus ini memicu kemarahan publik di wilayah Amravati, khususnya Paratwada dan Achalpur, serta mendorong seruan aksi protes dari masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/cabulindia12222.jpg)