Rabu, 15 April 2026

Demokrat AS Usulkan Komisi Khusus, Khawatir Trump Dinilai Kontroversial dan Tidak Stabil.

Muncul kekhawatiran atas pernyataan dan perilaku publik Presiden AS Donald Trump yang dinilai kontroversial dan tidak stabil.

HO/IST/Tangkap Layar/mediasosial/sc.AP
KESEHATAN TRUMP - Gambar tangkap layar di media sosial yang menunjukkan kelainan pada wajah Presiden AS, Donald Trump. Sejumlah penampilan janggal Trump di depan publik telah memicu spekulasi seputar kesehatannya. Muncul kekhawatiran atas pernyataan dan perilaku publik Presiden AS Donald Trump yang dinilai kontroversial dan tidak stabil. 

 

Ringkasan Berita:
  • Demokrat mengusulkan komisi untuk menilai kelayakan Trump berdasarkan Amandemen ke-25
  • Pernyataan kontroversial Trump memicu kekhawatiran soal stabilitas kepemimpinan.
  • Jamie Raskin menyebut AS berada di “jurang bahaya” dan perlu tindakan kongres.

 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota DPR dari Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) mengajukan rancangan undang-undang (RUU) untuk membentuk komisi khusus yang akan bekerja sama dengan Wakil Presiden JD Vance.

Hal ini guna mengevaluasi kelayakan Presiden Donald Trump dalam menjalankan tugasnya.

Hal ini mengacu pada Amandemen ke-25, yang memungkinkan pemberhentian Trump sebagai presiden jika dianggap tidak mampu menjalankan jabatan.

Usulan tersebut diprakarsai oleh Jamie Raskin, anggota senior Komite Kehakiman DPR.

Ia menilai bahwa serangkaian pernyataan dan tindakan publik Trump telah memicu kekhawatiran serius terkait stabilitas kepemimpinan nasional.

Beberapa pernyataan yang menjadi sorotan termasuk ancaman bahwa “seluruh peradaban Iran akan mati”.

Serta unggahan media sosial yang menggambarkan dirinya sebagai sosok seperti Yesus Kristus.

Kritik juga datang dari sejumlah tokoh, termasuk mantan Direktur CIA John Brennan, yang menilai hal tersebut sebagai indikasi penurunan kapasitas kepemimpinan.

Raskin menyatakan bahwa kepercayaan publik terhadap Trump telah mencapai titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat berada di “jurang bahaya” dan membutuhkan langkah konstitusional untuk memastikan stabilitas pemerintahan AS.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved