Senin, 4 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

India dan China Tertekan, Jadi Korban Blokade Selat Hormuz ala Trump

Blokade AS di Selat Hormuz tekan India dan China. Pasokan energi terganggu, harga naik, dan ancaman krisis global makin nyata.

Tayang:

Sebelumnya, India sempat kembali mengimpor energi dari Iran setelah mendapatkan pengecualian sementara.

Namun, keberlanjutan pasokan tersebut kini berada dalam ketidakpastian seiring berlanjutnya blokade yang membatasi akses pelayaran di kawasan tersebut.

Kondisi ini membuat India berada dalam posisi sulit, karena harus menyeimbangkan kebutuhan energi dalam negeri dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Jika pasokan dari Iran terganggu, India harus mencari sumber alternatif yang umumnya lebih mahal dan membutuhkan waktu penyesuaian.

Di tengah tekanan tersebut, Perdana Menteri India Narendra Modi dilaporkan telah melakukan komunikasi langsung dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas dampak konflik serta mendorong upaya de-eskalasi.

Langkah diplomatik menunjukkan kekhawatiran India terhadap potensi krisis energi yang dapat terjadi jika konflik berkepanjangan dan jalur distribusi utama terus terganggu.

Blokade Picu Ancaman Rantai Pasok Global

Lebih lanjut, blokade jalur strategis Selat Hormuz yang dilakukan oleh Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah.

Tetapi juga memicu kekhawatiran global terkait gangguan rantai pasok dan stabilitas ekonomi dunia.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur utama distribusi minyak dunia serta bahan baku penting lainnya, termasuk pupuk. 

Gangguan terhadap jalur ini berpotensi menimbulkan efek domino yang luas, mulai dari sektor energi hingga pangan.

Jika distribusi energi terganggu, harga minyak dan gas berpotensi meningkat. Kondisi ini akan berdampak langsung pada biaya logistik dan produksi di berbagai sektor industri.

Selain itu, kenaikan harga pupuk akibat terganggunya pasokan bahan baku juga dapat meningkatkan biaya produksi pertanian di berbagai negara.

Para analis memperingatkan bahwa dampak lanjutan dari kondisi ini adalah potensi kenaikan harga pangan secara global.

Dalam jangka panjang, situasi tersebut bahkan dapat memicu inflasi pangan dan memperbesar risiko krisis global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi dan bahan pangan.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved