Kamis, 16 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

India dan China Tertekan, Jadi Korban Blokade Selat Hormuz ala Trump

Blokade AS di Selat Hormuz tekan India dan China. Pasokan energi terganggu, harga naik, dan ancaman krisis global makin nyata.

Ringkasan Berita:
  • Blokade AS di Selat Hormuz tekan China dan India, mengganggu pasokan energi serta memicu ketegangan geopolitik setelah gagalnya negosiasi dengan Iran.
  • China terdampak pasokan minyak Iran, sementara India lebih rentan krisis energi karena ketergantungan tinggi pada impor dari Timur Tengah.
  • Dampak meluas ke global, blokade berpotensi ganggu rantai pasok, picu kenaikan harga energi dan pangan, hingga risiko krisis ekonomi dunia.

TRIBUNNEWS.COM - Blokade yang diberlakukan oleh Donald Trump di jalur strategis Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada Iran, tetapi juga mulai menekan dua kekuatan besar di Asia, yakni China dan India.

Angkatan Laut Amerika Serikat diketahui mulai memberlakukan blokade dengan menutup akses keluar-masuk pelabuhan Iran bagi semua kapal mulai 13 April 2026.

Kegagalan diplomasi dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya tekanan militer di kawasan, hingga Presiden AS Donald Trump memberlakukan blokade terhadap akses Selat Hormuz yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan Iran.

AS mengklaim tindakan ini bertujuan menekan Iran setelah gagalnya negosiasi, memicu ketegangan geopolitik, dan mengganggu pelayaran komersial di kawasan tersebut

Namun pasca diberlakukan, kebijakan ini memicu kekhawatiran global karena berpotensi mengganggu stabilitas energi, hubungan diplomatik, hingga rantai pasok internasional.

China menjadi salah satu pihak yang paling terdampak karena hampir seluruh ekspor minyak Iran ditujukan ke negara tersebut. Diperkirakan sekitar 98 persen minyak Iran mengalir ke China, menjadikan Beijing sangat bergantung pada pasokan tersebut.

Meskipun China memiliki cadangan energi yang cukup besar, gangguan dalam jangka panjang tetap dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi, terutama pada sektor industri yang bergantung pada pasokan energi dalam jumlah besar.

Situasi ini berpotensi mengganggu hubungan antara Amerika Serikat dan China, terutama menjelang rencana pertemuan penting antara Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Ketegangan meningkat setelah pemerintah China secara terbuka mengecam kebijakan blokade tersebut. 

Beijing menilai langkah AS sebagai tindakan berbahaya yang dapat memperburuk stabilitas kawasan dan memicu konflik yang lebih luas.

Sikap tegas China menunjukkan adanya potensi gesekan yang lebih besar antara dua kekuatan ekonomi dunia tersebut. 

Jika situasi terus memburuk, hubungan bilateral yang sebelumnya dijaga tetap stabil bisa mengalami tekanan.

Baca juga: Selat Hormuz Dijejali Ranjau Laut Iran, Bagaimana Cara Angkatan Laut AS Membersihkannya?

Blokade Selat Hormuz Tekan India

Tak hanya China, blokade yang dilakukan Trump turut memberikan dampak signifikan terhadap India, terutama dalam sektor energi yang menjadi tulang punggung perekonomian negara tersebut.

India dinilai lebih rentan dibanding negara lain karena ketergantungannya yang tinggi terhadap impor minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah.

Sebagai salah satu importir energi terbesar di dunia, gangguan pasokan dari jalur ini langsung berdampak pada stabilitas ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga bahan bakar dan biaya logistik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved