Selasa, 21 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Intel AS Sebut China Pertimbangkan Kirim Sistem Radar Canggih ke Iran

Intelijen AS menilai China tengah mempertimbangkan pengiriman sistem radar canggih dan pertahanan udara ke Iran.

YouTube CNA
PERANG IRAN - Tangkapan layar menunjukkan momen Presiden China, Xi Jinping melakukan pidato di Lapangan Tiananmen pada Rabu (3/9/2025) dalam acara memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Intelijen AS menilai China tengah mempertimbangkan pengiriman sistem radar canggih dan pertahanan udara ke Iran. 

Kedua negara menilai perang AS-Israel di Iran yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Namun, terlepas dari retorika keras tersebut, sejauh ini tidak ada tanda bahwa keduanya bersedia melakukan intervensi militer langsung untuk mendukung Iran.

Mengutip Al Jazeera, pada 2021, China dan Iran menandatangani perjanjian kerja sama selama 25 tahun yang bertujuan memperluas hubungan di berbagai sektor, termasuk energi, sekaligus menarik Iran ke dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan China.

Perjanjian ini merupakan bagian dari kemitraan strategis jangka panjang yang mencakup kerja sama ekonomi, politik, dan infrastruktur.

Jodie Wen, peneliti pascadoktoral di Pusat Keamanan dan Strategi Internasional (CISS) Universitas Tsinghua, mengatakan hubungan tersebut di Beijing dipandang sebagai hubungan yang pragmatis dan stabil.

“Dari sisi politik, kami memiliki pertukaran reguler,” ujarnya dari Beijing.

“Dari sisi ekonomi, kerja sama sangat dalam; banyak perusahaan memiliki investasi di Iran.”

Namun, ia menekankan bahwa China menetapkan batasan yang jelas dalam kemitraan tersebut, khususnya terkait keterlibatan militer.

“Pemerintah China selalu berpegang pada prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Saya rasa China tidak akan mengirim senjata ke Iran,” katanya.

Sebaliknya, peran China kemungkinan besar akan berfokus pada diplomasi dan manajemen krisis.

“Saya pikir China berusaha berkomunikasi dengan AS dan negara-negara Teluk untuk menjaga stabilitas,” tambahnya.

Menurutnya, kejelasan posisi ini turut membantu membangun kepercayaan di Iran.

Meski demikian, hubungan tersebut tidak bersifat simetris.

Data dari layanan pelacakan kapal Kpler menunjukkan sekitar 87,2 persen ekspor minyak mentah Iran menuju China, yang menegaskan pentingnya China bagi ekonomi Iran.

Sebaliknya, Iran hanya merupakan mitra kecil dalam perdagangan global China.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved