Iran Vs Amerika Memanas
Pertahanan AS Kritis! Stok Rudal Menipis, Pemulihan Makan Waktu Bertahun-tahun Gegara Perang Iran
AS alami krisis pertahanan usai perang Iran! Stok rudal menipis, pemulihan butuh bertahun-tahun. Biaya perang melonjak dan sistem hampir terkuras.
Ringkasan Berita:
- AS menghadapi krisis pertahanan usai perang 6 minggu melawan Iran sejak 28 Februari, dengan ribuan rudal pencegat dari sistem THAAD, Patriot, Arrow, dan David’s Sling terkuras akibat intensitas serangan Iran.
- Data RUSI mencatat 4.200 amunisi digunakan dalam 16 hari, membuat stok kritis karena laju penggunaan jauh lebih cepat dibanding pengisian ulang.
- Pemulihan diperkirakan butuh bertahun-tahun akibat produksi terbatas, biaya mahal, dan kebutuhan dana darurat hingga 200 miliar dolar AS.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat menghadapi tantangan besar dalam memulihkan sistem pertahanan militernya setelah konflik dengan Iran.
Seorang pejabat militer senior mengungkapkan bahwa stok sistem pertahanan rudal AS kini berada dalam kondisi kritis, nyaris habis akibat penggunaan sistem pertahanan secara besar-besaran selama perang yang berlangsung enam minggu sejak dimulai pada 28 Februari lalu.
Selama konflik yang berlangsung, Amerika Serikat bersama sekutunya mengerahkan berbagai sistem pertahanan rudal untuk menghadapi serangan besar-besaran dari Iran, khususnya ancaman rudal balistik dan drone.
Sistem yang digunakan mencakup THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) untuk mencegat ancaman di ketinggian tinggi, Patriot untuk pertahanan jarak menengah.
Serta sistem pertahanan milik Israel seperti Arrow dan David’s Sling yang berfungsi melindungi wilayah dari serangan berlapis.
Intensitas pertempuran yang tinggi membuat penggunaan amunisi pertahanan meningkat tajam.
Berdasarkan data dari Royal United Services Institute (RUSI) yang dikutip dari Arab News, sekitar 4.200 amunisi pertahanan telah digunakan hanya dalam 16 hari pertama perang.
Angka ini menunjukkan betapa masifnya serangan yang harus dihadapi, sehingga sistem pertahanan harus terus aktif mencegah ancaman yang datang hampir tanpa jeda.
Namun kondisi tersebut berdampak langsung pada menipisnya stok rudal pencegat di lapangan.
Pada puncak konflik, beberapa sistem utama dilaporkan berada dalam kondisi kritis karena tingkat penggunaan yang jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan pengisian ulang.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan kemampuan pertahanan jangka panjang apabila konflik terus berlanjut.
Pemulihan Makan Waktu Bertahun-tahun
Sementara itu, pemulihan stok sistem pertahanan Amerika Serikat diperkirakan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat menyusul besarnya penggunaan amunisi selama konflik yang berlangsung.
Direktur Badan Pertahanan Rudal Pentagon, Heath Collins, dalam sidang Kongres menegaskan bahwa dibutuhkan waktu “beberapa tahun” untuk mengembalikan kapasitas persediaan ke kondisi normal.
Baca juga: AS Krisis Pesawat Tempur, Armada Dipenuhi Jet Tua: Ini Perbandingannya dengan Rusia dan China
Hal ini dipengaruhi oleh skala penggunaan rudal pencegat yang sangat besar selama perang, sehingga cadangan yang ada terkuras dalam waktu relatif singkat.
Kendala utama dalam proses pemulihan terletak pada terbatasnya kapasitas produksi serta tingginya biaya pembuatan sistem pertahanan.