Iran Vs Amerika Memanas
Wapres AS JD Vance: Negosiasi dengan Iran Masih Tarik Ulur soal Nuklir
"Ada beberapa masalah terkait program nuklir, terutama menyangkut timbunan serta tingkat pengayaan uranium," terang Vance
Ringkasan Berita:
- Wapres AS JD Vance menyebut perundingan AS dan Iran masih diwarnai tarik ulur, namun telah menunjukkan banyak kemajuan karena kedua belah pihak sama-sama menginginkan kesepakatan.
- Vance menyebut kesepakatan akhir belum dapat dipastikan karena masih terganjal ketidaksepakatan teknis, khususnya mengenai jumlah timbunan dan tingkat pengayaan uranium milik Iran
- Gedung Putih juga mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump turun tangan secara langsung dan personal dalam negosiasi tersebut
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengungkapkan bahwa proses negosiasi kesepakatan antara negaranya dengan Iran masih terus berlangsung.
Vance menyebut kedua belah pihak masih berupaya mencari titik temu, mengingat sejumlah ketidaksepakatan terkait isu nuklir masih menjadi perdebatan.
Hal tersebut disampaikan Vance kepada awak media saat berada di Pangkalan Udara Gabungan Andrews, Maryland, pada Kamis malam waktu setempat (28/5/2026).
"Kami melakukan tarik ulur pada beberapa poin pembahasan. Saya pikir kami telah membuat banyak kemajuan di sini," ungkap Vance seperti yang dilansir dari NBC.
Vance juga menilai pihak Iran memiliki keinginan yang sama untuk mencapai kata sepakat.
"Sangat jelas bahwa saya pikir pihak Iran juga menginginkan kesepakatan dan ingin segera membuka Selat Hormuz untuk umum." sambung Vance.
Masalah Nuklir Masih Jadi Pengganjal
Meskipun kedua belah pihak sepakat ingin segera mengakhiri konflik dan menormalisasi hubungan, negosiasi antara AS dan Iran masih terhambat oleh isu krusial terkait pengelolaan program nuklir.
Hal ini diungkapkan Vance ketika ditanya kapan sekiranya Presiden Donald Trump akan menandatangani kesepakatan tersebut.
Vance mengakui bahwa hal itu sulit untuk dipastikan.
Ia menegaskan bahwa hambatan utama saat ini berpusat pada detail teknis program nuklir Iran, khususnya yang menyangkut cadangan uranium mereka.
"Ada beberapa masalah terkait program nuklir, terutama menyangkut timbunan serta tingkat pengayaan uranium," terang Vance merujuk pada status stok yang telah diproses Iran tersebut.
JD Vance Optimis AS-Iran Segera Bersepakat
Baca juga: Negosiator Iran dan AS Capai MoU Gencatan Senjata 60 Hari, Tapi Masih Menunggu Persetujuan Trump
Walaupun proses negosiasi berjalan cukup alot, Vance tetap optimistis melihat dinamika perundingan sejauh ini.
"Kami memang berpikir mereka bernegosiasi, setidaknya sejauh ini, dengan itikad baik, dan kami membuat beberapa kemajuan. Mudah-mudahan, kami akan terus membuat kemajuan," tuturnya.
"Presiden (Trump) akan berada dalam posisi di mana ia dapat mendukung kesepakatan tersebut, tetapi jelas itu masih belum dapat ditentukan." sambung Vance