Jumat, 1 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Tiga Hari yang Krusial, Perang Lanjutan Iran dan AS-Israel di Depan Mata

Presiden AS, Donald Trump terjepit oleh situasi harga bensin yang tinggi di negaranya. Sementara Israel terus mengompori kalau Iran bisa dihabisi.

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
PERANG LANJUTAN - Tangkap layar bendera Iran-Amerika-Israel. Gencatan senjata dua minggu dalam perang Iran melawan AS-Israel berada di ambang keruntuhan di mana kedua kubu belum mencapai kata sepakat soal tuntutan masing-masing. 

Di Tel Aviv, militer Israel memantau situasi dengan cermat berkoordinasi dengan Komando Pusat AS (CENTCOM).

Channel 12 Israel mengutip sebuah sumber yang digambarkan sebagai sumber yang berpengetahuan luas, yang menyatakan bahwa jika tidak ada terobosan dalam negosiasi AS-Iran, perang dapat berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Laporan di surat kabar Maariv mengungkapkan persiapan untuk skenario "runtuhnya gencatan senjata secara tiba-tiba."

Surat kabar itu mengutip pejabat militer yang mengatakan bahwa bank target gabungan Israel-Amerika akan fokus pada fase berikutnya pada "fasilitas energi Iran."

Israel meyakini bahwa Iran memasuki perundingan dalam keadaan "lemah dan kelelahan" setelah menerima lebih dari 37.000 tembakan artileri selama 40 hari pertempuran.

Pihak Israel bertaruh kalau serangan berikutnya harus "sangat menyakitkan" untuk memastikan bahwa Teheran tidak dapat menggunakan "senjatanya" atau Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar di masa depan, yang mengindikasikan dorongan kuat untuk mengakhiri gencatan senjata dan bergerak menuju resolusi militer.

Di antara pernyataan Trump tentang "kesepakatan yang akan segera tercapai" dan ancaman "kekalahan pahit" dari Garda Revolusi Iran, kebenaran masih mengambang di perairan Selat Hormuz.

Jika mediasi Pakistan gagal merumuskan "kerangka kerja kesepahaman" dalam 72 jam ke depan, serangan udara mungkin akan menjadi skenario berikutnya.

 

(oln/khbrn/*)

 

 
 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved