Rabu, 22 April 2026

Tokyu Jepang Tetap Dukung Perkeretaapian Indonesia Meski Terhambat Pandemi

Dari kereta penuh penumpang di atap jadi transportasi modern, Tokyu Jepang mendukung Indonesia meski rencana besar sempat terhenti imbas pandemi

|
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
KERETA BANTUAN JEPANG - Pimpinan Tokyu Jepang yang banyak terlibat proyek perkeretaapian di Indonesia. Yoshito Kadota, General Manager Tokyu Railways (kanan) dan Fellow Kepala Engineering Tokyu Construction, Masafumi Ota (kiri). (Tribunnews.com/Richard Susilo) 

Banyak dokumen harus disiapkan, termasuk sertifikat asal dan kontrak jaminan.

Bahkan, permintaan mendadak dari pihak Indonesia sering terjadi.

Namun berkat kerja sama yang solid, proyek ini berhasil berjalan dan bahkan membuka peluang bisnis lain, seperti proyek MRT Jakarta.

Transfer Teknologi dan Pelatihan Teknis

Salah satu kunci keberhasilan adalah transfer teknologi. Setiap pengiriman kereta disertai pelatihan bagi teknisi Indonesia di Jepang.

Teknisi Indonesia belajar langsung di pabrik Tokyu mengenai perawatan, termasuk cara menjaga pintu tetap berfungsi dengan baik.

Selain itu, teknisi Jepang juga terus memberikan dukungan teknis setelah kereta beroperasi di Indonesia.

“Setiap tahun, ketika sekitar 4 orang Indonesia datang ke Jepang untuk melakukan pemeriksaan kendaraan sebelumnya, pelatihan mengenai kendaraan juga dilakukan bersama-sama.Berlangsung selama 5 tahun jadi total ya sekitar 20 orang yang pernah ke Jepang sini,” ungkap Kadota.

Kendala Suku Cadang

Dalam perjalanan waktu, muncul kendala besar terkait suku cadang. Pemerintah Indonesia melarang impor komponen elektronik bekas, sehingga pengiriman suku cadang menjadi sulit.

Akhirnya, hanya suku cadang baru untuk pemeriksaan berkala yang dapat dikirimkan, itupun melalui proses yang memakan waktu hingga dua tahun.

Rencana Besar yang Gagal karena Pandemi

Tokyu sebenarnya memiliki rencana besar untuk mengirim tambahan sekitar 200 unit kereta seri 8500 ke Indonesia.

Bahkan pelatihan sudah dilakukan untuk mendukung rencana tersebut. Namun, pandemi COVID-19 pada tahun 2020 menggagalkan seluruh rencana tersebut.

Akibatnya, kereta yang sudah pensiun di Jepang tidak dapat disimpan dan akhirnya harus dibongkar dan dihancurkan.

Masa Depan: Dari Kereta ke Pembangunan Kota

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved