Penembakan di Situs Teotihuacán Meksiko, Menewaskan Turis Kanada dan Lukai Belasan Orang
Korban luka termasuk enam warga negara Amerika Serikat, salah satunya perempuan berusia 61 tahun, serta seorang anak laki-laki berusia 6 tahun
Ringkasan Berita:
- Seorang pria bersenjata menembak di situs Teotihuacán, Meksiko, menewaskan turis Kanada dan melukai enam orang lainnya dari berbagai negara
- Pelaku kemudian bunuh diri, sementara motifnya masih diselidiki
- Insiden ini terjadi di tengah area wisata populer dan memicu kepanikan besar di antara pengunjung
TRIBUNNEWS.COM, MEKSIKO - Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di kawasan wisata di sebuah piramida di situs arkeologi terkenal Teotihuacán, Meksiko, Senin (20/4/2026) siang.
Penembakan itu menewaskan seorang turis perempuan asal Kanada dan melukai 6 orang lainnya dan menciderai 7 orang lain yang berusaha melarikan diri dari tembakan.
Pelaku kemudian mengakhiri hidupnya sendiri, menurut pejabat setempat.
Korban luka termasuk enam warga negara Amerika Serikat, salah satunya perempuan berusia 61 tahun, serta seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dari Kolombia dan dua warga Kolombia lainnya.
Dua warga Brasil, satu warga Rusia, dan satu warga Kanada juga turut terluka.
Sejumlah media Meksiko, mengutip sumber kepolisian, menyebut pelaku sebagai pria berusia 27 tahun asal Mexico City yang diketahui mengagumi Hitler serta pelaku penembakan di Sekolah Menengah Columbine pada 1999 di Colorado.
Baca juga: Peresmian Stadion Nasional Meksiko Berujung Tragis, Seorang Suporter Meregang Nyawa
Serangan ini terjadi pada 20 April, yang merupakan hari ulang tahun Hitler sekaligus peringatan tragedi Columbine namun belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas pelaku maupun latar belakang kehidupannya.
Pihak berwenang juga belum memberikan keterangan terkait motif penembakan tersebut.
Gambar dari ponsel yang beredar di media Meksiko menunjukkan seorang pria mengenakan kemeja kotak-kotak tampak mengacungkan pistol dari dekat puncak Piramida Bulan.
Sementara para pengunjung berlindung di kaki bangunan bersejarah tersebut dan sebagian lainnya mencari perlindungan di tingkat atas piramida setinggi sekitar 42 meter itu.
Beberapa wisatawan yang berusaha melarikan diri terlihat tergesa-gesa menuruni tangga yang curam atau melompat ke tingkat yang lebih rendah, berdasarkan gambar yang beredar di internet dan media sosial.
“Tolong panggil polisi!” terdengar teriakan seorang perempuan dalam salah satu video yang beredar.
Polisi Negara Bagian Meksiko menyatakan bahwa senjata api, peluru, dan pisau ditemukan di lokasi kejadian.
Media setempat melaporkan pelaku mengenakan sepatu bot dan celana taktis.
Insiden ini terjadi menjelang tengah hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-pistol-ditodong.jpg)