Gara-Gara Papan Nama Trump di Kandang Kerbau Albino, Kurator Kebun Binatang Disanksi
Kerbau albino viral di Bangladesh dijuluki “Donald Trump”, kurator kebun binatang diskors karena papan nama kontroversial.
Ringkasan Berita:
- Seekor kerbau albino di Bangladesh viral karena dijuluki “Donald Trump” hingga selamat dari kurban Iduladha.
- Hewan langka berbobot 700 kg itu dipindahkan ke Kebun Binatang Nasional Dhaka.
- Namun, kurator Atikur Rahman diskors setelah memasang papan nama kontroversial di kandang kerbau tersebut
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Bangladesh menjatuhkan sanksi skorsing terhadap seorang pejabat Kebun Binatang Nasional setelah seekor kerbau albino yang viral diberi papan nama bertuliskan 'Donald Trump' di kandangnya.
Kurator kebun binatang, Atikur Rahman, resmi diskors pada Sabtu (31/5/2026) atas dugaan pelanggaran disiplin.
Namun, surat keputusan tersebut tidak menjelaskan secara rinci bentuk pelanggaran yang dimaksud dan belum ada keterangan resmi yang dipublikasikan kepada masyarakat.
Papan Nama Trump Berujung Sanksi
Seorang pejabat Kementerian Perikanan dan Peternakan Bangladesh yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pihak berwenang menilai penggunaan nama seorang kepala negara asing pada papan identitas hewan di fasilitas pemerintah sebagai tindakan yang tidak pantas.
“Pemerintahan tidak bisa dijalankan hanya berdasarkan apa yang sedang viral di Facebook. Menampilkan papan nama kerbau dengan nama presiden suatu negara di fasilitas milik pemerintah dianggap tidak tepat,” ujarnya.
“Selain itu, terdapat laporan bahwa penulisan nama tersebut juga tidak sesuai,” tambahnya.
Baca juga: Kerbau ‘Donald Trump’ Batal Disembelih saat Idul Adha, Kini Dipindah ke Kebun Binatang
Asal Mula Julukan Kerbau Trump
Kerbau albino langka tersebut sebelumnya dipelihara selama 10 bulan di Rabeya Agro Farm, Narayanganj, setelah dibeli dari Pasar Ternak Kota Rajshahi.
Hewan itu dijuluki “Donald Trump” karena memiliki rambut pirang, kulit berwarna terang, serta bentuk wajah yang oleh sebagian orang dianggap menyerupai Presiden Amerika Serikat tersebut.
Popularitas kerbau tersebut meningkat pesat setelah fotonya beredar luas di media sosial dan menarik perhatian publik, baik di Bangladesh maupun di luar negeri.
Menarik Minat Pengunjung Kebun Binatang
Setelah sempat dibeli untuk keperluan kurban Iduladha, hewan itu kemudian dibeli kembali oleh pemiliknya dan dipindahkan ke Kebun Binatang Nasional di Mirpur pada Rabu malam.
Selama libur Iduladha, kerbau albino itu menjadi salah satu daya tarik utama kebun binatang. Banyak pengunjung memadati area Blok L-07 untuk melihatnya secara langsung.
Menurut sejumlah pengunjung, popularitas kerbau albino yang dijuluki “Donald Trump” tersebut bahkan mampu menyaingi perhatian yang biasanya diberikan kepada satwa ikonik seperti singa dan harimau.
Kerbau Albino di Bangladesh Selamat dari Kurban Iduladha
Seekor kerbau albino langka di Bangladesh yang dijuluki “Donald Trump” akhirnya selamat dari penyembelihan kurban Iduladha setelah pemerintah melakukan intervensi pada menit-menit terakhir.
Kerbau berbobot hampir 700 kilogram tersebut sebelumnya telah terjual untuk keperluan kurban.
Namun, tingginya perhatian publik yang muncul setelah hewan itu viral di media sosial membuat pemerintah mengambil langkah khusus menjelang perayaan Iduladha yang berlangsung pada Kamis (28/5/2026).