Minggu, 26 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Ogah Perpanjang Gencatan Senjata, AS Bom Iran Lagi Bila Tak Ada Deal

"Apa yang saya pikirkan adalah pertemuan ini (di Islamabad) akan berakhir dengan kesepakatan yang besar", ujar sang Presiden AS

Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump menegaskan tidak akan memperpanjang deadline masa gencatan senjata dengan Iran.
  • Trump  mengancam akan segera kembali membom Iran jika kesepakatan tidak tercapai, dengan mengklaim militer AS sudah siap bergerak.
  • Trump mengeklaim posisi tawar AS sangat kuat dan memaksa Iran untuk mengirim negosiator ke Pakistan guna menyepakati perjanjian
  • Menanggapi gertakan AS, Teheran menyatakan berada dalam kondisi siaga 100 persen untuk perang

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal keras terkait kelanjutan konflik dengan Teheran.

Dalam sebuah wawancara terbaru pada Selasa pagi (21/4/2026) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa Iran tidak memiliki pilihan lain selain mengirim tim negosiatornya ke Pakistan.

Langkah tersebut dinilai sebagai satu-satunya jalan bagi Iran untuk memulai babak perundingan baru demi menghindari eskalasi militer yang lebih parah.

Trump optimistis bahwa tekanan yang diberikan Amerika Serikat saat ini akan memaksa Iran untuk tunduk pada kesepakatan baru yang menguntungkan Washington.

"Apa yang saya pikirkan adalah pertemuan ini (di Islamabad) akan berakhir dengan kesepakatan yang besar", ujar sang Presiden AS kepada CNBC.

"Saya pikir kita berada dalam posisi negosiasi yang sangat kuat." pungkas Trump

Menolak Perpanjangan Gencatan Senjata

Ketika ditanya mengenai kemungkinan memperpanjang masa gencatan senjata apabila proses perundingan berjalan lancar, Trump pun buka suara.

Trump mengaku secara tegas pihaknya akan menolak opsi perpanjangan tersebut.

Menurutnya, waktu yang dimiliki oleh kedua belah pihak sudah sangat terbatas.

"Saya tidak ingin melakukan itu (perpanjangan masa gencatan senjata). Kita tidak punya banyak waktu", tegas Trump.

Pernyataan ini menjadi alarm bagi stabilitas kawasan, karena Trump secara terbuka menyatakan kesiapan militer AS untuk kembali meluncurkan serangan udara ke wilayah Iran jika kesepakatan tidak segera tercapai dalam waktu dekat.

“Saya memerkirakan kami akan melakukan pengeboman, karena saya pikir, itu adalah sikap yang lebih baik untuk diambil (daripada perpanjangan masa gencatan senjata) dan kami siap berangkat. Maksud saya, militer kami sudah tidak sabar untuk bergerak" ancam Trump.

Respons Teheran: Siap Perang 100 Persen

Baca juga: Jelang Deadline Iran-AS, Teheran Masih Enggan Kirimkan Delegasi ke Pakistan

Menanggapi gertakan dari Gedung Putih, otoritas tinggi Iran menyatakan tidak akan gentar.

Kepala Kehakiman Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, memperingatkan bahwa kemungkinan musuh untuk melanjutkan serangan sangatlah tinggi, sehingga Teheran harus berada dalam kesiapsiagaan penuh.

Seorang tentara AS bersiap untuk menembakkan peluncur rudal permukaan-ke-udara lembing selama latihan militer gabungan antara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan koalisi internasional pimpinan AS melawan kelompok Negara Islam (IS), di pedesaan Deir Ezzor di timur laut Suriah pada 7 Desember 2021. (Photo by Delil souleiman / AFP)
TENTARA AS Seorang tentara AS bersiap untuk menembakkan peluncur rudal permukaan-ke-udara lembing selama latihan militer gabungan antara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan koalisi internasional pimpinan AS melawan kelompok Negara Islam (IS), di pedesaan Deir Ezzor di timur laut Suriah (Arsip Tribunnews 7 Desember 2021). (Photo by Delil souleiman / AFP) (AFP/DELIL SOULEIMAN)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved