Minggu, 26 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Siap Lanjutkan Perang, Ancam Lumpuhkan Minyak Negara Teluk jika Teheran Ikut Diserang

Iran ancam lumpuhkan minyak Teluk jika diserang dari wilayah tetangga. Selat Hormuz jadi kunci, negosiasi AS–Iran pun masih di ujung ketidakpastian.

Ringkasan Berita:
  • Iran lewat Seyyed Majid Mousavi ancam lumpuhkan minyak Teluk jika wilayah tetangga dipakai serang Teheran, sebagai peringatan agar negara Teluk tak terlibat konflik.
  • Selat Hormuz jadi kunci; gangguan jalur ini bisa hentikan pasokan global dan menaikkan harga energi dunia.
  • Dampak mulai terasa: bisnis, penerbangan, dan investasi terganggu, sementara negosiasi AS–Iran masih rapuh dan berisiko kembali ke konflik terbuka.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan ancaman keras terhadap negara-negara Teluk.

Melalui pernyataan resmi, Komandan Udara Korps Garda Revolusi Islam Irak Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousav, menegaskan bahwa Teheran akan menghentikan produksi minyak di kawasan jika wilayah negara tetangga digunakan sebagai basis serangan terhadap Iran.

“Jika wilayah mereka digunakan untuk menyerang Iran, maka produksi minyak di Timur Tengah bisa lumpuh,” tegas Mousavi, mengutip dari The Times of Israel.

Pernyataan tersebut secara langsung menyasar negara-negara Teluk yang memiliki kerja sama militer dengan Amerika Serikat.

Secara strategis, pernyataan itu bertujuan memberi peringatan keras kepada negara-negara Teluk agar tidak terlibat langsung dalam konflik.

Iran menilai bahwa penggunaan wilayah tetangga sebagai pangkalan militer AS sama dengan keterlibatan dalam agresi terhadap kedaulatan mereka.

Karena itu, ancaman terhadap sektor minyak yang menjadi tulang punggung ekonomi kawasan digunakan sebagai alat tekanan agar negara-negara tersebut bersikap netral.

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis

Ancaman ini juga merupakan strategi negosiasi. Dengan meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global, Iran berupaya memperkuat posisi tawarnya dalam perundingan dengan Washington.

Langkah tersebut dinilai efektif karena stabilitas harga dan distribusi minyak dunia sangat bergantung pada kawasan Teluk.

Dari sisi operasional, Iran memiliki sejumlah cara untuk benar-benar mengganggu atau bahkan menghentikan produksi dan distribusi minyak regional.

Salah satu yang paling krusial adalah penguasaan atas Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi pintu utama ekspor minyak dunia. 

Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur ini setiap hari sehingga gangguan sekecil apa pun dapat berdampak besar pada pasar energi global.

Dengan membuat jalur distribusi tidak aman, aktivitas ekspor bisa terhenti karena perusahaan pelayaran dan asuransi enggan mengambil risiko.

Meski ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat mulai menimbulkan dampak nyata terhadap stabilitas ekonomi kawasan Teluk.

Baca juga: Pasukan Iran Siaga 100 Persen, Siap Serang Target yang Ditentukan jika AS Lancarkan Serangan Baru

Uni Emirat Arab menjadi salah satu negara yang bergerak cepat meredam kekhawatiran pasar dengan menegaskan fundamental ekonominya tetap kuat, ditopang oleh aset investasi lebih dari 2 triliun dolar AS dan cadangan devisa di atas 300 miliar dolar AS.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved