Minggu, 3 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.521, Zelenskyy Sambut Rencana Pertukaran Tawanan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut rencana pertukaran tawanan yang berlanjut antara Rusia dan Ukraina.

Tayang:
Facebook Zelensky
TAWANAN UKRAINA DIBEBASKAN - Foto diambil dari Facebook Zelensky pada Jumat (15/8/2025). Presiden Ukraina Zelensky mengungkapkan ada 84 warganya yang dibebaskan Rusia dari penawanan pada Kamis (14/8/2025). Pada 23 April, Zelenskyy menyambut rencana pertukaran tawanan yang berlanjut antara Rusia dan Ukraina. 

“Dunia melihat bahwa Rusia bukan lagi pemasok yang dapat diandalkan,” ungkapnya.

Sebagai tambahan, Budanov menyebut industri pertahanan Ukraina masih terbatas untuk ekspor, namun tetap membuka peluang penjualan produk surplus, termasuk drone angkatan laut yang dinilai efektif dalam operasi militer, lapor Suspilne.

  • Trump: Pangeran Harry Tak Berbicara Atas Nama Kerajaan Inggris

Donald Trump mengatakan bahwa Duke of Sussex “tidak berbicara atas nama Inggris” setelah Pangeran Harry meminta AS untuk menghormati kewajibannya dalam konflik Ukraina.

“Saya pikir saya lebih berbicara atas nama Inggris daripada Pangeran Harry … Tapi saya sangat menghargai nasihatnya,” kata Trump, menanggapi pidato panjang dan penuh semangat sang duke di Forum Keamanan Kyiv pada hari Kamis.

Harry, seorang mantan prajurit, tidak mengklaim berbicara atas nama Inggris.

Harry mengatakan bahwa dia tidak berada di forum tersebut sebagai politisi tetapi sebagai “seorang prajurit yang memahami pengabdian” dan seorang “humanitarian”.

“Amerika Serikat memiliki peran unik dalam kisah ini. Bukan hanya karena kekuatannya, tetapi karena ketika Ukraina melepaskan senjata nuklir, Amerika adalah bagian dari jaminan bahwa kedaulatan dan perbatasan Ukraina akan dihormati. Ini adalah momen bagi kepemimpinan Amerika, momen bagi Amerika, untuk menunjukkan bahwa mereka dapat menghormati kewajiban perjanjian internasionalnya – bukan karena amal, tetapi karena peran abadi mereka sendiri dalam keamanan global dan stabilitas strategis," kata Harry, dikutip dari The Guardian.

  • Pejabat Ukraina Ceritakan Eksperimen Bersejarah

Seorang anggota parlemen Ukraina, Marian Zablotskiy, menceritakan bagaimana ia menerbangkan pesawat nirawak pencegat dari jarak ribuan kilometer, menyoroti efektivitas teknologi Ukraina

Marian Zablotskiy mengatakan itu adalah sebuah eksperimen bersejarah bagi Ukraina.

“Sebuah ksperimen bersejarah… saya menerbangkan pesawat nirawak pencegat FPV pertama dari kantor saya, kemudian dari tepat di depan perbatasan negara, dan kemudian dari suatu tempat sekitar 2.000 km jauhnya dari pesawat nirawak itu sendiri – dari luar negeri. Saya menganggap terobosan ini sebagai faktor penentu dalam menghentikan serangan Rusia," jelasnya.

Produsen drone Ukraina, Wild Hornets, mengkonfirmasi keterlibatan Zablotskiy kepada Agence France-Presse (AFP) dan mengatakan mereka ingin sistem kendali jarak jauh tersebut "menjadi metode utama pengendalian drone".

“Ukraina adalah yang pertama di dunia yang secara sistematis meningkatkan kendali jarak jauh drone pencegat. Hari ini, kami telah mengkonfirmasi hasilnya – penembakan target pada jarak ratusan dan ribuan kilometer," kata Mykhailo Fedorov, menteri pertahanan di Kyiv.

  • Rusia Berupaya Memadamkan Api di Fasilitas Minyaknya

Rusia tengah berupaya memadamkan api yang berkobar di terminal minyak Laut Hitam yang diserang Ukraina awal pekan ini, menurut laporan pihak berwenang setempat kepada AFP pada hari Kamis, seraya mendesak warga untuk tetap di rumah guna menghindari asap.

Ukraina menyerang fasilitas minyak di kota Tuapse di selatan pada hari Senin sebagai target ekspor minyak Rusia yang mendanai perang.

Serangan itu memicu kobaran api besar dan mengirimkan kepulan asap hitam tebal ke langit. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved