Iran Vs Amerika Memanas
Pertahanan Udara Iran Berbunyi di Tengah Gencatan Senjata, Teheran Kembali Diserang?
Suara sistem pertahanan udara di Teheran dan beberapa kota Iran lainnya berbunyi lagi. Apakah Iran kembali diserang?
Langkah ini diambil agar pertahanan tetap kokoh meski jaringan komunikasi utama lumpuh.
Jadi, aktivitas yang terjadi belakangan ini merupakan kombinasi antara pengusiran drone penyusup, perawatan teknis, sekaligus latihan pemantapan strategi baru di tengah tensi kawasan yang masih panas.
AS Siaga Tempur
Militer AS dilaporkan sedang mematangkan rencana serangan terhadap posisi pertahanan Iran di Selat Hormuz.
Langkah ini disiapkan sebagai langkah darurat jika gencatan senjata yang tengah berlangsung saat ini kolaps.
Dikutip dari CNN, Jumat (24/4/2026), militer AS kini membidik sejumlah titik strategis.
Target utamanya adalah menetralisir kapal-kapal cepat, ranjau laut, hingga baterai rudal di pesisir pantai yang dianggap mengancam jalur perdagangan minyak dunia.
Baca juga: Perang Iran-AS Bikin Eropa Terancam Kehabisan Bahan Bakar Jet, Lufthansa Pangkas 20.000 Penerbangan
"Semua opsi ada di meja. Kami terus memberikan berbagai pilihan strategi kepada Presiden," ungkap seorang pejabat Pentagon.
Selat Hormuz adalah "urat nadi" energi dunia.
Sebagian besar pasokan minyak global melewati jalur sempit ini.
Jika Iran benar-benar menutup jalur tersebut, krisis energi hebat bisa melanda dunia.
Trump kabarnya tidak mau ambil risiko.
Ia telah memberikan instruksi tegas kepada Angkatan Laut AS untuk mengambil tindakan destruktif terhadap kapal Iran yang mencoba menyebar ranjau laut di kawasan tersebut.
Tak hanya target fisik berupa alutsista, bocoran informasi menyebutkan bahwa intelijen AS juga mempertimbangkan untuk menargetkan tokoh-tokoh kunci di militer Iran.
Mereka yang dianggap sebagai "penghambat" upaya damai atau otak di balik sabotase pelayaran masuk dalam radar pantauan.
Di sisi lain, Teheran tetap bersikap keras.
Meski gencatan senjata masih berlaku secara teknis, gesekan di lapangan terus terjadi.
Iran membantah tuduhan AS soal ambisi nuklir dan balik menuduh Washington melakukan provokasi di wilayah kedaulatan mereka.
(Tribunnews.com/Whiesa)