Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Blokade Pelabuhan Iran Masih Berlangsung, Pasukan AS Perintahkan 33 Kapal Balik Arah

Pasukan AS telah memerintahkan 33 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan.

Penulis: Nuryanti

Sementara itu, masih belum jelas kapan, atau apakah, AS dan Iran akan bertemu lagi di ibu kota Pakistan, Islamabad, tempat para mediator berupaya mempertemukan kedua negara untuk mencapai kesepakatan diplomatik yang mengakhiri konflik tersebut.

Negosiasi yang awalnya direncanakan minggu ini belum terjadi.

Iran bersikeras tidak akan hadir sampai AS mengakhiri blokade terhadap pelabuhan dan kapal Iran.

Gedung Putih juga bersikeras tidak akan ikut serta sampai Teheran membuka selat tersebut untuk lalu lintas internasional.

Baca juga: Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Pakar Kemaritiman: Kemlu Tidak Paham Karakter Iran

JALUR PENGIRIMAN MINYAK - Tangkap layar Google Maps menampilkan Selat Bab al-Mandeb dan Selat Hormuz. Keduanya merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dunia.
JALUR PENGIRIMAN MINYAK - Tangkap layar Google Maps menampilkan Selat Bab al-Mandeb dan Selat Hormuz. Keduanya merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dunia. (Tangkap Layar Google Maps)

Ancaman terhadap Pelayaran

Sejak dimulainya perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026, lebih dari 30 kapal telah diserang di perairan Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Teluk Oman.

Ancaman serangan, kenaikan premi asuransi, dan kekhawatiran lainnya telah menghentikan lalu lintas yang melewati selat tersebut.

Kemampuan Iran untuk membatasi lalu lintas melalui selat tersebut, yang menghubungkan Teluk Persia ke samudra lepas, telah terbukti menjadi keuntungan strategis utama.

Jakob Larsen, kepala keamanan maritim untuk BIMCO, asosiasi internasional terbesar yang mewakili pemilik kapal, mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Kamis bahwa sebagian besar perusahaan pelayaran membutuhkan gencatan senjata yang stabil dan jaminan dari kedua pihak yang bertikai bahwa selat tersebut aman untuk dilalui.

Menurutnya, ancaman ranjau merupakan "kekhawatiran khusus" jika lalu lintas suatu hari nanti kembali ke tingkat normal.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Iran Vs Amerika Memanas

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved