Iran Vs Amerika Memanas
Menlu AS Marco Rubio Sebut Negosiasi dengan Iran Masuk Tahap Finalisasi
"Saya pikir mungkin ada kemungkinan bahwa dalam beberapa jam ke depan dunia akan mendapatkan kabar baik," ujar Rubio
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat dan Iran berpotensi segera mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang, dengan pengumuman resmi yang diperkirakan akan disampaikan dalam waktu dekat.
- Draf kesepakatan mencakup pencairan dana Iran yang dibekukan, pencabutan sanksi ekonomi sementara, serta pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz di bawah kendali Iran.
- Proses negosiasi ini melibatkan banyak pihak, dengan Pakistan berperan sebagai mediator utama dalam perundingan
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah pada Minggu ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang memberikan sinyal positif bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran kemungkinan besar akan diumumkan dalam waktu dekat.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, kedua negara sudah menjalani gencatan senjata sejak 8 April lalu melalui peran Pakistan sebagai mediator.
Meski situasi relatif tenang, ketegangan masih terasa karena Iran masih membatasi lalu lintas pelayaran di Teluk, sementara AS membalasnya dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.
Menanggapi lamanya negosiasi tersebut, Rubio pun memberikan pernyataan yang menjadi sorotan.
"Saya pikir mungkin ada kemungkinan bahwa dalam beberapa jam ke depan dunia akan mendapatkan kabar baik," ujar Rubio kepada wartawan dalam kunjungannya ke India pada Minggu (24/5/2026).
Sinyal rampungnya negosiasi ini juga diperkuat langsung oleh Presiden AS Donald Trump.
Melalui media sosial TruthSocial, Trump menyebut bahwa kesepakatan dengan Iran telah sebagian besar dirundingkan.
"Kita tinggal menunggu penyelesaian akhir antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lainnya." tulis Trump.
Adapun Rubio menjelaskan bahwa inti dari kesepakatan dengan Iran tersebut adalah mewujudkan keinginan presiden, bahwa dunia tidak perlu lagi takut atau khawatir akan senjata nuklir Iran.
Selain itu, kesepakatan ini juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
Langkah ini menjadi kabar baik bagi ekonomi global, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi bagi sekitar 20 persen suplai minyak dunia.
Baca juga: AS Klaim Selat Hormuz akan Dibuka, Media Iran: Pernyataan Trump Jauh dari Kenyataan
Poin-Poin Penting Kesepakatan
Pihak Iran sendiri telah mengonfirmasi adanya draf kesepakatan tersebut, meski untuk urusan program nuklir akan ditunda pembahasannya selama 60 hari setelah kesepakatan diteken.
Berdasarkan laporan kantor berita Fars, berikut adalah poin kesepakatan yang dirundingkan:
- Pencairan Dana:
AS setuju untuk membuka kembali akses dana Iran yang selama ini dibekukan akibat sanksi internasional, serta mengakhiri blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran. - Lalu Lintas Hormuz:
Iran sepakat bahwa lalu lintas melalui Selat Hormuz akan kembali ke tingkat sebelum perang di bawah pengelolaan Iran. - Kelonggaran Ekonomi:
Sanksi terhadap ekspor minyak, gas, dan petrokimia Iran akan dicabut sementara selama masa perundingan, sehingga Iran dapat kembali menjual produknya ke pasar internasional.