Penembakan di Pusat Perbelanjaan AS, Satu Tewas dan 5 Terluka
Pengunjung berlarian keluar dalam kepanikan, sebagian saling berpelukan, sementara lainnya merekam kejadian dengan ponsel
Ringkasan Berita:
- Penembakan terjadi di food court Mall of Louisiana, Baton Rouge, menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya
- Insiden dipicu perkelahian dua kelompok yang berujung aksi tembak, sehingga pengunjung lain ikut menjadi korban
- Polisi mengamankan lima orang dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan
TRIBUNNEWS.COM, AMERIKA SERIKAT - Penembakan terjadi di area food court yang ramai di Mall of Louisiana pada Kamis (23/4/2026), menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya.
Insiden ini bermula dari perkelahian dua kelompok yang kemudian memicu aksi saling tembak, sehingga pengunjung yang tidak terlibat ikut menjadi korban, kata pejabat setempat.
Dikutip dari USA Today, Kepala Polisi Baton Rouge, Thomas Morse, mengatakan satu korban meninggal dunia di rumah sakit.
Satu korban lainnya menjalani operasi, sementara empat orang mengalami luka ringan.
Sebelumnya, pihak berwenang sempat menyebut jumlah korban luka mencapai 10 orang. Namun, angka tersebut kemudian diperbarui.
Morse belum merinci identitas korban maupun keterlibatan mereka dalam perkelahian tersebut.
Lima tersangka telah diamankan dan saat ini masih diperiksa. Hingga kini, belum ada yang secara resmi ditetapkan sebagai tersangka atau didakwa.
Baca juga: Profil & Sepak Terjang Didimus, Bupati Yahukimo Pastikan Penembakan ASN Tak Terkait Kunjungan Gibran
“Senjata diduga dikeluarkan setelah terjadi adu mulut di depan beberapa konter makanan di food court. Ketika tembakan dilepaskan, korban yang tidak bersalah ikut terkena,” ujar Morse.
Ia menegaskan, insiden ini bukan tindakan acak, melainkan konflik yang melibatkan dua kelompok tertentu.
Gubernur Louisiana, Jeff Landry, menyatakan bahwa korban termasuk siswa dari Ascension Episcopal School di Lafayette.
“Tragedi seperti ini tidak dapat dibenarkan dan harus dihentikan,” tulisnya.
Seorang warga, Jolene Sizemore, mengatakan keponakannya yang merupakan siswa sekolah tersebut berada di lokasi saat kejadian. Ia menyebut salah satu teman keponakannya mengalami luka cukup serius.
Di tengah situasi yang kacau, Wali Kota Baton Rouge, Sid Edwards, menegaskan bahwa pelaku akan ditangkap.
“Kami akan menangkap pelaku. Kami tidak akan membiarkan kejadian seperti ini terjadi di Baton Rouge,” katanya.
Menanggapi dua tragedi beruntun di Louisiana dalam sepekan terakhir, termasuk pembunuhan delapan anak di Shreveport, Edwards mengatakan masyarakat wajar merasa khawatir.
“Kekerasan bisa terjadi di mana saja. Dalam situasi seperti ini, terkadang yang bisa kita lakukan adalah merespons dengan cepat,” ujarnya.
Sementara itu, FBI melalui kantor perwakilan New Orleans menyatakan turut membantu penyelidikan.
“Ini situasi yang tragis. Fokus kami adalah mengungkap kejadian ini secara menyeluruh, menindak pelaku, dan memastikan keamanan masyarakat,” kata Charles Koger, pejabat FBI setempat.
Saksi Laporkan Kepanikan
Sekitar pukul 13.40 waktu setempat, puluhan kendaraan polisi mengepung mal yang terletak di tenggara pusat kota Baton Rouge.
Pengunjung berlarian keluar dalam kepanikan, sebagian saling berpelukan, sementara lainnya merekam kejadian dengan ponsel.
Polisi sempat memperingatkan adanya penembak aktif dan meminta masyarakat menjauhi lokasi. Ambulans dan mobil pemadam kebakaran segera dikerahkan ke tempat kejadian.
Stanley Jackson, seorang pekerja FedEx, mengatakan ia berada di lantai dua saat mendengar suara tembakan dari beberapa arah.
“Semua orang langsung berlari,” katanya. Ia juga melihat beberapa orang tergeletak dan berdarah.
Seorang fotografer, Raleigh Robertson, mengaku berada di dekat pintu utama saat tembakan terdengar. Ia bersama pengunjung lain langsung melarikan diri ketika aparat tiba.
“Anda bisa melihat semua orang berlarian keluar dari toko,” ujarnya.
Pejabat kota menilai respons cepat aparat penegak hukum membantu mencegah jumlah korban lebih besar.
Seorang polisi yang bertugas di mal langsung bergerak menuju sumber tembakan begitu insiden terjadi. Seorang deputi sheriff yang berada di area parkir juga segera merespons, disusul puluhan petugas lainnya dalam hitungan menit.
Direktur Layanan Medis Darurat kota, Chris Landry, mengatakan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menangani situasi darurat seperti ini.
“Respons hari ini sangat cepat dan membantu membatasi dampak kejadian. Kami selalu bersiap menghadapi situasi seperti ini dan akan terus melayani masyarakat,” ujarnya. (usa today)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-PENEMBAKAN-MASSAL-Ilustrasi-penembakan-massal-yang-dibuat-menggunakan-AI.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.