Iran Vs Amerika Memanas
Trump Tertidur Saat Pimpin Rapat di Gedung Putih, Netanyahu Operasi Kanker Prostat
Trump tertidur sejenak saat mengikuti rapat di Ruang Oval Gedung Putih yang memicu spekulasi baru tentang kesehatannya.
Ringkasan Berita:
- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjalani pengobatan kanker prostat baru-baru ini.
- Kini, Netanyahu menyatakan dirinya sehat dan tetap mampu menjalankan tugas kenegaraan dengan baik.
- Sementara spekulasi mengenai kesehatan Presiden AS Donald Trump kembali berhembus setelah dia tertangkap kamera tidur saat memimpin rapat di Gedung Putih.
TRIBUNNEWS.COM, AS - Kesehatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jadi sorotan di tengah gencatan senjata Iran Vs AS-Israel.
Trump Tidur Saat Pimpin Rapat
Sebuah video viral memperlihatkan Donald Trump tertidur sejenak saat mengikuti rapat di Ruang Oval Gedung Putih yang memicu spekulasi baru tentang kesehatannya.
Cuplikan video tersebut menunjukkan rahangnya mengendur dan kelopak matanya tertutup, bahkan kepala presiden tampak terkulai ke depan selama pidato
Anggota Kongres AS Ted Lieu menunjukkan keprihatinan atas kesehatan Trump.
“Ada sesuatu yang salah secara mental dengan Presiden Amerika Serikat. Ada juga sesuatu yang salah secara fisik dengan Presiden Amerika Serikat. Trump tidak bisa tetap terjaga di acara publik dengan kamera yang merekam. Bayangkan bagaimana keadaannya ketika tidak ada kamera.”
Di tengah spekulasi tersebut, Jonathan Reiner, seorang profesor Kedokteran dan Bedah mengomentari situasi tersebut.
Ia menyarankan bahwa gejala seperti kesulitan untuk tetap terjaga dalam rapat terkadang dapat dikaitkan dengan apnea tidur.
“Ketika seorang pasien memberi tahu saya bahwa mereka tidak bisa tetap terjaga dalam rapat, kami melakukan pengujian tidur formal untuk mencari apnea tidur,” tulis Reiner di X.
“Saya yakin tim medis Gedung Putih telah melakukan ini, tetapi presiden terus berjuang dengan rasa kantuk di siang hari. Ini adalah masalah umum, dan ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki gejala-gejala ini.”
Menurut Mayo Clinic, sleep apnea adalah gangguan di mana pernapasan berulang kali berhenti dan mulai kembali selama tidur, yang sering menyebabkan kualitas tidur yang buruk dan rasa kantuk berlebihan di siang hari.
Saat ini belum ada diagnosis medis yang dikonfirmasi dan diumumkan oleh Gedung Putih yang menunjukkan bahwa Trump menderita apnea tidur atau kondisi terkait lainnya.
Kekhawatiran tentang kesehatan Trump telah berlangsung cukup lama, karena orang-orang memperhatikan memar ungu di tangannya. Namun, Gedung Putih bersikeras bahwa presiden dalam keadaan sehat walafiat.
Netanyahu Operasi Kanker Prostat
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa baru-baru ini sukses menjalani pengobatan kanker.
Dalam sebuah unggahan di X, Netanyahu mengatakan bahwa para dokter menemukan "tumor ganas stadium sangat awal di prostat."
Pemimpin berusia 76 tahun itu mengatakan tumor tersebut ditemukan saat pemeriksaan rutin setelah operasi untuk pembesaran prostat jinak satu setengah tahun yang lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Netanyahu-kanan-dan-Presiden-AS-Donald-Trump-w423423423.jpg)