Sabtu, 25 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Tertidur Saat Pimpin Rapat di Gedung Putih, Netanyahu Operasi Kanker Prostat

Trump tertidur sejenak saat mengikuti rapat di Ruang Oval Gedung Putih yang memicu spekulasi baru tentang kesehatannya. 

|
Penulis: Hasanudin Aco
Facebook The White House
TRUMP DAN NETANYAHU - Tangkapan layar The White House pada Selasa (8/7/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) berfoto di Gedung Putih, pada hari Senin (7/7/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjalani pengobatan kanker prostat baru-baru ini.
  • Kini, Netanyahu menyatakan dirinya sehat dan tetap mampu menjalankan tugas kenegaraan dengan baik.
  • Sementara spekulasi mengenai kesehatan Presiden AS Donald Trump kembali berhembus setelah dia tertangkap kamera tidur saat memimpin rapat di Gedung Putih.

TRIBUNNEWS.COM, AS - Kesehatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jadi sorotan di tengah gencatan senjata Iran Vs AS-Israel.

Trump Tidur Saat Pimpin Rapat

Sebuah video viral memperlihatkan Donald Trump tertidur sejenak saat mengikuti rapat di Ruang Oval Gedung Putih yang memicu spekulasi baru tentang kesehatannya. 

Cuplikan video tersebut menunjukkan rahangnya mengendur dan kelopak matanya tertutup, bahkan kepala presiden tampak terkulai ke depan selama pidato

Anggota Kongres AS Ted Lieu menunjukkan keprihatinan atas kesehatan Trump.

“Ada sesuatu yang salah secara mental dengan Presiden Amerika Serikat. Ada juga sesuatu yang salah secara fisik dengan Presiden Amerika Serikat. Trump tidak bisa tetap terjaga di acara publik dengan kamera yang merekam. Bayangkan bagaimana keadaannya ketika tidak ada kamera.”

Di tengah spekulasi tersebut, Jonathan Reiner, seorang profesor Kedokteran dan Bedah mengomentari situasi tersebut.

Ia menyarankan bahwa gejala seperti kesulitan untuk tetap terjaga dalam rapat terkadang dapat dikaitkan dengan apnea tidur.

“Ketika seorang pasien memberi tahu saya bahwa mereka tidak bisa tetap terjaga dalam rapat, kami melakukan pengujian tidur formal untuk mencari apnea tidur,” tulis Reiner di X.

“Saya yakin tim medis Gedung Putih telah melakukan ini, tetapi presiden terus berjuang dengan rasa kantuk di siang hari. Ini adalah masalah umum, dan ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki gejala-gejala ini.”

Menurut Mayo Clinic, sleep apnea adalah gangguan di mana pernapasan berulang kali berhenti dan mulai kembali selama tidur, yang sering menyebabkan kualitas tidur yang buruk dan rasa kantuk berlebihan di siang hari.

Saat ini belum ada diagnosis medis yang dikonfirmasi dan diumumkan oleh Gedung Putih yang menunjukkan bahwa Trump menderita apnea tidur atau kondisi terkait lainnya.

Kekhawatiran tentang kesehatan Trump telah berlangsung cukup lama, karena orang-orang memperhatikan memar ungu di tangannya. Namun, Gedung Putih bersikeras bahwa presiden dalam keadaan sehat walafiat.

Netanyahu Operasi Kanker Prostat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa baru-baru ini sukses  menjalani pengobatan kanker.

Dalam sebuah unggahan di X, Netanyahu  mengatakan bahwa para dokter menemukan "tumor ganas stadium sangat awal di prostat."

Pemimpin berusia 76 tahun itu mengatakan tumor tersebut ditemukan saat pemeriksaan rutin setelah operasi untuk pembesaran prostat jinak satu setengah tahun yang lalu.

"Setahun setengah yang lalu, saya menjalani operasi yang sukses untuk pembesaran prostat jinak, dan sejak itu saya berada di bawah pengawasan medis rutin. Pada pengawasan terakhir, ditemukan bintik kecil berukuran kurang dari satu sentimeter di prostat," katanya di X dikutip pada Sabtu (25/4/2026).

"Setelah diperiksa, ternyata itu adalah tumor ganas stadium awal tanpa penyebaran atau metastasis sama sekali. Dokter mengatakan kepada saya bahwa ini sangat umum terjadi pada pria seusia saya," tambahnya.

Netanyahu mengatakan  diberi dua pilihan yakni tetap di bawah pengawasan atau menjalani perawatan dan menghilangkan masalah tersebut.

"Anda sudah mengenal saya. Ketika saya diberi informasi tepat waktu tentang potensi bahaya, saya ingin segera menanganinya. Ini berlaku di tingkat nasional dan juga di tingkat pribadi," tambahnya.

Perdana Menteri Israel mengatakan bahwa ia sehat dan dalam "kondisi fisik yang sangat baik".

Sumber: Hindustan Times/Independent/The Guardian

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved