Minggu, 26 April 2026

5 Populer Internasional: Menlu Iran Datang ke Islamabad - Persenjataan AS Kian Menipis

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Menlu Iran Abbas Araghchi tiba di Islamabad tetapi menolak bertemu langsung dengan Amerika.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS, JD Vance, berlangsung selama 21 jam, namun berakhir tanpa kesepakatan konkret. Kebuntuan tersebut memperlihatkan masih lebarnya perbedaan kepentingan antara kedua pihak.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. AS Jatuhkan Sanksi pada Kilang Minyak Kecil China, Buntut Beli Minyak Iran Senilai Miliaran Dolar

Pemerintahan Donald Trump mengatakan telah menjatuhkan sanksi pada kilang minyak "kecilan" independen di China.

Sanksi diberikan Amerika Serikat (AS) karena kilang minyak itu membeli minyak Iran senilai miliaran dolar.

Baru-baru ini, para pengolah minyak rumahan terpaksa membeli minyak Iran dengan harga premium di atas harga minyak Brent internasional setelah pencabutan sementara sanksi AS terhadap minyak Iran di laut, meningkatkan ekspektasi bahwa India mungkin akan membeli lebih banyak minyak tersebut.

Pekan lalu, AS membiarkan pencabutan sanksi tersebut berakhir.

Kini Departemen Keuangan menargetkan Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery Co, yang menurut mereka merupakan salah satu pelanggan terbesar minyak mentah dan produk petroleum Iran.

Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan mengatakan mereka juga menjatuhkan sanksi kepada sekitar 40 perusahaan pelayaran dan kapal yang beroperasi sebagai bagian dari armada bayangan Iran.

Tahun lalu, pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan kecil seperti Hebei Xinhai Chemical Group, Shandong Shouguang Luqing Petrochemical, dan Shandong Shengxing Chemical.

Hal itu menciptakan beberapa kendala bagi kilang minyak, termasuk dalam hal menerima minyak mentah dan memaksa mereka untuk menjual produk olahan dengan nama yang berbeda.

Kilang-kilang kecil (Teapots) menyumbang sekitar seperempat dari kapasitas kilang minyak di Tiongkok, beroperasi dengan margin yang sempit dan terkadang negatif, serta baru-baru ini tertekan oleh permintaan domestik yang lesu.

Sanksi AS, yang memblokir aset AS milik mereka yang dikenai sanksi dan mencegah warga Amerika melakukan bisnis dengan mereka, telah menghalangi beberapa perusahaan penyulingan independen yang lebih besar untuk membeli minyak Iran.

China membeli lebih dari 80 persen minyak Iran yang diekspor, menurut data tahun 2025 dari perusahaan analisis Kpler.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Persenjataan AS Menipis, Biaya Perang Rp 17 Triliun per Hari Melawan Iran Kuras Anggaran

Ketika pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan 'Operasi Epic Fury' menyerang Iran pada akhir Februari 2026 lalu, hanya sedikit orang di luar Pentagon yang sepenuhnya memahami berapa biaya perang yang dibutuhkan AS.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved