Minggu, 26 April 2026

5 Populer Internasional: Menlu Iran Datang ke Islamabad - Persenjataan AS Kian Menipis

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Menlu Iran Abbas Araghchi tiba di Islamabad tetapi menolak bertemu langsung dengan Amerika.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Menurut kantor berita Iran Wana, bayi-bayi yang baru lahir tersebut belum genap satu jam sejak lahir ketika ledakan terjadi, dan ibu mereka masih berada di unit perawatan intensif.

Neda Salimi, seorang perawat di bangsal tersebut, sedang sibuk memeriksa tanda-tanda vital anak-anak ketika serangan terjadi pada tanggal 1 Maret 2026 lalu, hari ketiga AS menyerang Iran.

Orang-orang mulai berteriak dan dinding serta atap sudah mulai runtuh, seperti yang terlihat dalam video.

Debu tebal juga memenuhi udara.

Namun alih-alih mencari perlindungan untuk dirinya sendiri terlebih dahulu, perawat bernama Neda itu bergegas ke tempat tidur bayi dan menarik keluar anak-anak bayi itu satu per satu.

Ia mampu melewati lorong-lorong yang dipenuhi asap dan puing-puing, sambil mendekap tiga bayi yang baru lahir ke dadanya, demikian dilaporkan media Iran.

Bayi-bayi tersebut kemudian diserahkan kepada ibu mereka.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Alasan IRGC Sita 2 Kapal Kargo di Selat Hormuz: Operasi Tanpa Izin, Dugaan Keterkaitan dengan Israel

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menahan dua kapal kargo komersial di Selat Hormuz.

Penyitaan dua kapal oleh Iran tersebut menurut sebuah laporan pada Jumat (24/4/2026).

Sejak perang yang diprakarsai oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026, Teheran telah mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, diikuti oleh blokade angkatan laut AS pada 13 April, yang menghantam pasokan energi global, terutama di seluruh Asia.

Terbaru, IRGC menyita dua kapal kargo komersial di Selat Hormuz dengan alasan operasi tanpa izin dan dugaan keterkaitan dengan Israel.

IRGC mengidentifikasi kapal-kapal tersebut sebagai "MSC-Francesca" dan "Epaminondas."

Kedua kapal beroperasi di bawah perusahaan pelayaran MSC, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Mehr.

Iran menuduh kapal-kapal tersebut melanggar peraturan maritim, mengganggu sistem navigasi, dan membahayakan kapal-kapal lain di jalur perairan tersebut.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa pihak berwenang Iran mengatakan kapal-kapal tersebut diduga berusaha melewati selat tanpa terdeteksi sebelum dicegat dan dikawal masuk ke perairan teritorial Iran.

Konflik di Selat Hormuz

Permusuhan yang terjadi saat ini antara AS dan Iran di Selat Hormuz dimulai ketika Teheran, yang perairan teritorialnya membentang ke selat tersebut, menutup jalur bagi semua kapal setelah AS dan Israel mulai membombardir negara itu.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved