Rabu, 29 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS: Blokade Iran di Selat Hormuz Sama dengan 'Senjata Nuklir Ekonomi'

Menteri Luar Negeri AS menyebut blokade Iran terhadap Selat Hormuz sama seperti senjata nuklir ekonomi yang menekan dan bisa menghancurkan dunia.

Tayang:
Facebook Departemen Luar Negeri AS
MARCO RUBIO - Gambar diambil dari Facebook Departemen Luar Negeri AS pada Rabu (9/7//2025) memperlihatkan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam unggahan pada 18 Maret 2025. Pada 28 April 2026, Rubio menyebut blokade Iran terhadap Selat Hormuz sama seperti senjata nuklir ekonomi yang menekan dan bisa menghancurkan dunia. 

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke Israel serta pangkalan militer AS di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Iran juga menghentikan perundingan nuklir dan memblokade Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia, yang memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran krisis energi global.

Pada hari ke-40 konflik, tepatnya 7 April, AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan mulai 8 April. Kedua pihak kembali berunding pada 11 April 2026 di Islamabad, namun belum mencapai kesepakatan damai karena masih ada isu krusial yang belum terselesaikan.

Hingga kini, konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.900 orang menurut Al Jazeera. Setelah kegagalan perundingan, AS memperketat blokade terhadap jalur pelayaran Iran di Selat Hormuz.

Rencana pertemuan lanjutan pada 22 April di Islamabad batal setelah Iran menolak hadir. Pada 25 April, AS berupaya mengirim delegasi ke Islamabad untuk membuka peluang negosiasi, namun Iran menolak pembicaraan langsung dengan AS.

Hari Minggu lalu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan pihak mediator di Pakistan untuk menyampaikan proposal baru Iran, sementara AS membatalkan kunjungan delegasinya ke Islamabad pada hari Sabtu.

Iran mempertahankan tuntutannya, di antaranya penghentian serangan AS-Israel, pencabutan blokade kapal, serta penghapusan sanksi. Di sisi lain, AS bersikeras pada proposalnya untuk penghentian program nuklir Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz, pengurangan pengaruh militer Iran di kawasan, serta jaminan keamanan bagi sekutu-sekutunya.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved