Kamis, 30 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Diprediksi Cari Celah Perpanjangan Perang Iran-AS, Potensi Buat Krisis Global

Di tengah tekanan politik dan militer, Presiden AS diperkirakan akan memperpanjang konflik dengan Iran.

Tayang:
Tangkap layar YouTube The White House
AMERIKA VS IRAN - Tangkap layar YouTube The White House memperlihatkan Presiden AS Donald Trump melakukan konferensi singkat di Air Force One sebelum kembali ke AS dari pertemuan WEF di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Di tengah tekanan politik dan militer, Presiden AS diperkirakan akan memperpanjang konflik dengan Iran. 

Sejak pertengahan April, AS dilaporkan meningkatkan tekanan dengan langkah-langkah agresif, termasuk blokade laut di kawasan tersebut.

Kebijakan ini dipandang sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas pasokan minyak global.

Di sisi lain, Iran menunjukkan bahwa mereka belum berniat meredakan ketegangan.

Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menegaskan bahwa negaranya masih berada dalam kondisi perang.

Ia menyatakan bahwa perencanaan militer terus diperbarui, termasuk penyusunan target dan kesiapan operasional untuk menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kedua pihak sama-sama bersiap untuk skenario terburuk, meningkatkan kekhawatiran akan konflik berkepanjangan yang dapat mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah dan ekonomi global.

(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved