Kamis, 30 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

3.468 Warga Iran Tewas Selama 40 Hari Perang Melawan AS-Israel

Seorang pejabat Iran mengatakan hampir separuh korban tewas akibat perang dengan AS-Israel adalah warga sipil.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
KEPULAN ASAP HITAM - Dua anggota Bulan Sabit Merah Iran berdiri saat kepulan asap membubung dari pemboman kilang minyak Shahran di barat laut Teheran pada 8 Maret. Serangan udara AS-Israel ke fasilitas energi sipil Iran berisiko menimbulkan ancaman gangguan pernapasan bagi sipil. 

Trump sendiri telah mengeluarkan ancaman serupa, yang menuai kecaman global.

Besarnya jumlah korban sipil, penargetan sekolah dan rumah sakit, serta penghancuran infrastruktur penting melukiskan gambaran yang sangat berbeda dari yang disajikan oleh Washington dan Tel Aviv.

Klaim bahwa perang dilancarkan untuk "membantu" rakyat Iran terdengar hampa di hadapan orang tua yang berduka, ruang kelas yang hancur, dan pusat-pusat medis yang dibom.

Jauh dari misi kemanusiaan, perang ini bagi banyak warga Iran tampak sebagai kampanye yang diselubungi bahasa pembebasan tetapi dieksekusi dengan alat-alat penghancuran.

Bukti yang semakin banyak menunjukkan bahwa narasi perlindungan dan bantuan hanyalah kedok politik—yang runtuh di bawah beban pertumpahan darah warga sipil dan ancaman pemusnahan di depan umum.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved