Iran Vs Amerika Memanas
AS akan Tutup Akses Maskapai Penerbangan Iran: Tempat Pendaratan hingga Pengisian Bahan Bakar
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, memperingatkan akan menutup akses maskapai penerbangan Iran.
Ringkasan Berita:
- Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, memperingatkan akan menutup akses maskapai penerbangan Iran.
- Departemen Keuangan AS melanjutkan apa yang ia sebut sebagai "kampanye Kemarahan Ekonomi terhadap rezim Iran."
- Bessent mengatakan hanya kemajuan dalam negosiasi yang akan menghentikan kampanye tekanan tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) akan menutup akses maskapai penerbangan Iran ke tempat pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket.
Peringatan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam sebuah unggahan di X pada Kamis (28/5/2026).
Bessent mengatakan langkah ini diambil seiring Departemen Keuangan AS melanjutkan apa yang ia sebut sebagai "kampanye Kemarahan Ekonomi terhadap rezim Iran."
“Pasukan mereka tidak dibayar, polisi tidak masuk kerja, dan Pulau Kharg ditutup,” ungkap Bessent.
“Ekonomi dan mata uang Iran sedang jatuh bebas," lanjutnya.
Ia juga menyinggung dampak blokade angkatan laut AS, dengan mengatakan bahwa blokade tersebut telah memastikan "jumlah minyak mentah Iran di perairan berada pada level terendah sepanjang sejarah."
“Kami juga akan menutup akses maskapai penerbangan Iran ke tempat pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket,” tambahnya.
Bessent mengatakan hanya kemajuan dalam negosiasi yang akan menghentikan kampanye tekanan tersebut.
“Hanya hasil yang memuaskan dalam negosiasi yang akan mengakhiri spiral penurunan ini,” katanya.
Baca juga: IRGC Iran Sebut Serangan ke Pangkalan Militer AS Sebagai Peringatan Serius, Kuwait Sibuk Cegat Drone
Iran dan AS Saling Serang
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menyerang pangkalan yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat sebagai tanggapan atas serangan AS terhadap target Iran di dekat Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan dalam gencatan senjata dan berlanjutnya negosiasi untuk mengakhiri perang.
“Menyusul agresi pagi ini oleh militer AS yang menyerang sebuah lokasi di pinggiran Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara, pangkalan udara Amerika yang menjadi sumber serangan tersebut menjadi sasaran pada pukul 04:50 pagi (0120 GMT)” kata IRGC pada hari Kamis, menurut stasiun penyiaran negara Iran, IRIB.
IRGC tidak memberikan rincian tentang lokasi pangkalan tersebut, meskipun militer Kuwait mengatakan bahwa pertahanan udaranya sedang menanggapi serangan "musuh" pada hari Kamis.
IRGC mengatakan pihaknya menargetkan pangkalan tersebut sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan AS pada pagi hari di dekat bandara Bandar Abbas, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Tasnim.
Di sisi lain, seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa militer AS menembak jatuh empat pesawat nirawak serang Iran dan menyerang stasiun kendali darat di kota pelabuhan Bandar Abbas yang hendak meluncurkan pesawat nirawak kelima.
“Tindakan-tindakan ini terukur, murni defensif, dan bertujuan untuk mempertahankan gencatan senjata,” kata pejabat yang meminta namanya dirahasiakan pada hari Kamis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Langit-Iran-1-22052026.jpg)