Saat Ekspansi Ritel China Sasar Asia Tenggara Termasuk Indonesia
Ekspansi ritel China ke Asia Tenggara meningkat, Indonesia jadi pasar strategis, pemerintah perkuat UMKM dan daya saing ritel nasional.
"Indonesia dipandang sebagai salah satu pasar penting," ujarnya.
Bagaimana Proteksi Pemerintah?
Pemerintah terus memperkuat sektor ritel sebagai salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional.
Dengan dukungan kebijakan yang progresif, industri ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya optimisme pelaku usaha ritel terhadap prospek ekonomi Indonesia yang dinilai memiliki pasar domestik kuat dan daya tahan tinggi.
“Seluruh pelaku ritel harus optimis terhadap perekonomian Indonesia. Ini penting karena Indonesia memiliki domestic market yang kuat dan resiliensi tinggi,” ujarnya dalam acara Pahlawan Ekonomi Bangsa: Kekuatan UMKM untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 persen di Jakarta.
Airlangga menjelaskan, sektor konsumsi masih menjadi penopang utama perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 52 persen. Karena itu, industri ritel memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditargetkan mencapai Rp300 triliun pada 2025.
Kebijakan ini bertujuan memperkuat daya saing pelaku usaha serta membuka peluang lebih luas bagi wirausaha baru di berbagai daerah.
Selain pembiayaan, pemerintah juga mendorong percepatan digitalisasi sektor ritel. Transformasi ini dinilai penting agar UMKM mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Airlangga menyebutkan, saat ini terdapat hampir 4 juta toko ritel di Indonesia. Jika seluruhnya mampu naik kelas dan meningkatkan kapasitas usaha, maka target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen diyakini dapat tercapai pada periode 2028–2029.
“Dengan optimisme dan kebijakan yang tepat, sektor ritel akan menjadi kekuatan utama dalam mendorong Indonesia menuju ekonomi maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.