Dari Anjing Jalanan Jadi Simbol Solidaritas, Kisah 'Station Master Huang' Bikin Haru
Seekor anjing jalanan di Tiongkok jadi sahabat sopir taksi, diselamatkan usai kecelakaan, dan kisahnya viral menyentuh jutaan hati
Ringkasan Berita:
- Anjing liar di Xuancheng, Tiongkok, dijuluki Station Master Huang, dekat dengan sopir taksi di stasiun karena jinak dan ramah
- Usai tertabrak mobil dan kritis, mereka menggalang dana, mengevakuasi, dan membiayai operasi serta perawatan
- Kisah viral itu membuatnya pulih cepat dan jadi simbol solidaritas dan kepedulian pada hewan
TRIBUNNNEWS.COM, TIONGKOK - Seekor anjing liar di Xuancheng, Provinsi Anhui, Tiongkok, menjadi viral setelah kisahnya menyentuh hati para sopir taksi di stasiun kereta cepat setempat yang bahu-membahu menyelamatkannya usai kecelakaan.
Anjing berwarna kuning yang kemudian dijuluki Station Master Huang itu awalnya hanya seekor hewan jalanan yang kerap berkeliaran di sekitar area stasiun.
Namun, sikapnya yang jinak, ramah, dan selalu menyambut para sopir taksi saat mereka beristirahat membuatnya cepat menjadi bagian dari keseharian mereka.
Sopir Zhang menjadi salah satu yang pertama dekat dengannya.
“Setiap saya membuka pintu mobil, dia langsung berlari menghampiri sambil mengibaskan ekor. Dia tidak pernah menggonggong dan selalu menjauh dari jalan,” ujarnya.
Sejak itu, para sopir taksi rutin membawakan makanan, mengajaknya bermain, bahkan memberi nama khusus sebagai bentuk kasih sayang.
Baca juga: Ledakan Pabrik Kembang Api di Tiongkok Menewaskan 21 Orang, Xi Jinping Minta Investigasi Menyeluruh
Ikatan itu semakin kuat hingga mereka juga menggalang dana untuk sterilisasinya demi kesejahteraan anjing tersebut.
Namun pada pertengahan April, tragedi terjadi.
Station Master Huang tertabrak mobil dan ditemukan dalam kondisi kritis di tepi jalan.
Ia mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh dan harus segera menjalani operasi.
Tanpa ragu, para sopir taksi langsung menghentikan aktivitas mereka.
Mereka menghubungi petugas penyelamat hewan, mengawal proses evakuasi, hingga mengumpulkan dana perawatan.
Dalam beberapa hari, sekitar 56 sopir berhasil menghimpun hampir 5.000 yuan, ditambah kontribusi dari pihak yang terlibat kecelakaan.
Melihat solidaritas tersebut, pihak rumah sakit hewan turut menurunkan biaya dan membebaskan jasa tenaga medis, sehingga total biaya operasi menjadi sekitar 4.000 yuan.
Pada 20 April, operasi berhasil dilakukan.
Selama masa pemulihan, para sopir secara bergantian menjenguk dan menenangkan Huang di rumah sakit.
Hanya dalam waktu satu minggu, ia sudah mulai bisa berdiri dan diperkirakan pulih total dalam sebulan.
Kisah ini kemudian viral di media sosial Tiongkok, memicu berbagai respons hangat.
Banyak warganet mengusulkan agar Huang diadopsi secara resmi oleh komunitas sopir taksi atau dijadikan simbol kawasan stasiun karena dianggap membawa kebahagiaan.
Meski sejumlah pihak menawarkan adopsi, para sopir masih mempertimbangkan dengan hati-hati demi memastikan masa depan Huang tetap aman.
“Kalau diadopsi, harus orang yang kami kenal baik dan ada jaminan kesejahteraannya,” kata Zhang.
Dari seekor anjing jalanan, Station Master Huang kini berubah menjadi simbol kecil tentang solidaritas, kepedulian, dan hubungan hangat antara manusia dan hewan di tengah rutinitas kota yang sibuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ANJINGVIRAL122222.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.