Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Ikut Aksi Solidaritas FPN, Dubes Iran Doakan 3 Prajurit TNI yang Dibunuh Israel
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengikuti aksi solidaritas yang digelar oleh Free Palestine Network (FPN).
Ringkasan Berita:
- Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, ikut serta dalam aksi solidaritas di bundaran HI.
- Aksi itu digelar oleh Free Palestine Network untuk merespons gugurnya tiga prajurit TNI karena serangan Israel.
- Boroujerdi ikut berbelasungkawa atas tewasnya ketiga prajurit.
TRIBUNNEWS.COM - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengikuti aksi solidaritas yang digelar oleh Free Palestine Network (FPN) saat acara Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, Minggu, (5/4/2026).
FPN adalah aliansi solidaritas berbasis di Indonesia yang berfokus pada pembelaan kemerdekaan Palestina melalui aksi serentak, edukasi, dan kampanye sosial.
Adapun aksi solidaritas ini digelar untuk merespons gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon, yakni Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Romadhon. Ketiganya tewas karena diserang Israel.
Para peserta aksi berdoa untuk para korban serangan Israel. Mereka juga menyempatkan diri berfoto dengan Boroujerdi.
Berdasarkan foto dan siaran pers yang diterima Tribunnews, Borujerdi tampak berdiri bersama sejumlah peserta aksi yang membawa bendera Merah Putih dan bendera Palestina. Bersama peserta lain, Boroujerdi membentangkan bendera Iran dan mengacungkan jempol.
Sekjen FPN Furqan A.M.C menyebut Boroujerdi turut berdukacita atas gugurnya tiga prajurit TNI
"Beliau tidak memberikan khusus, selain ikut berbelasungkawa," ujar Furqan ketika dihubungi Tribunnews.
Indonesia diminta tegas terhadap Israel
Para peserta aksi terlihat membentangkan beberapa spanduk besar yang ukurannya sekitar 6 meter. Pada spanduk pertama tertulis "Israel Bunuh Prajurit TNI, Saatnya Indonesia Tegas!"
Pada satu spanduk lainnya tertulis "Pak Prabowo, Ayo Lawan Zionisme/Kolonialisme/Imperialisme/Penjajah!"
Di samping itu, ada spanduk berbunyi "Zionisme = Kolonialisme = Imperialisme = Penjajahan, Harus Dilawan Pak Presiden!" dan "Stop Genocide in Palestine!"
Baca juga: Sosok Mayor Zulmi di Mata Rekan, Kawan, dan Panglima TNI: Saleh, Membumi, Prajurit Terbaik
Furqan berkata aksi solidaritas ini dilangsungkan juga di berbagai kota di seluruh Indonesia, seperti di Bandung, Makassar, Solo, Jogjakarta, Surabaya, Palembang, Majene, Kendari, Baubau, Tarakan, dan lainnya.
"Gugurnya tiga prajurit Indonesia yang bertugas di UNIFIL karena serangan Israel adalah alarm bagi Pak Presiden untuk mengembalikan kebijakan luar negeri Indonesia yang lebih progresif menentang penjajahan di muka bumi sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945," kata Furqan di tengah aksi.
Menurut Furqan, serangan Israel terhadap pasukan perdamaian PBB menjadi bukti bahwa Israel melanggar semua norma dan hukum kemanusiaan internasional.
"Selama ini publik banyak mempertanyakan ketegasan sikap Presiden Prabowo terkait genosida Israel di Palestina dan agresi militer Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Di momen pelantikan Presiden, di forum KTT D8, saat pidato di depan Parlemen Turki, di forum Ankara, di forum Selatan-Selatan, di sidang umum PBB, dan di berbagai kesempatan, kita mengapresiasi narasi Pak Prabowo yang keras terhadap Imperialisme dan mengajak seluruh bangsa-bangsa selatan untuk bersatu melawan Imperialisme," kata Furqan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Duta-Besar-Iran-untuk-Indonesia-Mohammad-Boroujerdi-mengikuti-aksi-solidaritas.jpg)