Iran Vs Amerika Memanas
Obama Bongkar Rahasia Lama, Sebut Netanyahu Pernah Desak AS Gempur Iran
Obama bongkar tekanan Netanyahu agar AS serang Iran. Kritik Trump ikut dorongan itu, sebut militer picu konflik dan belum tentu untungkan AS-Israel.
Menurutnya hasil dari kebijakan tersebut belum tentu memberikan keuntungan strategis yang nyata, baik bagi Israel maupun Amerika Serikat. Justru serangan itu membawa konsekuensi negatif bagi kedua negara, memicu serangan balasan dari Teheran ke berbagai target termasuk wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa aksi militer tidak menghentikan konflik, melainkan memperluasnya. Bahkan konflik juga berdampak pada sektor ekonomi. Ketegangan di kawasan Teluk, terutama di jalur vital seperti Selat Hormuz, menyebabkan gangguan distribusi minyak dunia dan memicu kenaikan harga energi global.
Situasi tersebut pada akhirnya tidak hanya merugikan negara-negara di kawasan, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi Amerika Serikat dan sekutunya.
“Apakah itu yang terbaik bagi rakyat Israel, saya mempertanyakan hal itu,” ujar Obama, sebagaimana dikutip dari The Times of Isael.
Pernyataan ini kembali menegaskan adanya perbedaan mendasar antara Obama dan Netanyahu dalam menyikapi Iran.
Obama menekankan pentingnya pendekatan diplomasi sebagai solusi jangka panjang yang lebih stabil dan terukur. Sebaliknya, tekanan dari pihak Israel dinilai lebih condong pada penggunaan kekuatan militer sebagai respons cepat terhadap ancaman.
(Tribunnews.com / Namira)