Kamis, 7 Mei 2026

Gelombang Raksasa Setinggi 500 Meter Terjang Alaska, Megatsunami Terbesar dalam Sejarah

Peristiwa ini kini tercatat sebagai salah satu megatsunami terbesar dalam sejarah, menjadi peringatan serius terkait dampak perubahan iklim.

Tayang:
Tangkap Layar Facebook @Agus Wandi
ILUSTRASI 

Gelombang Raksasa Setinggi 500 Meter Terjang Alaska, Megatsunami Terbesar dalam Sejarah

Ringkasan Berita:
  • Longsor gunung di Alaska memicu megatsunami setinggi hampir 500 meter.
  • Dipicu runtuhan 64 juta meter kubik batu ke dalam fjord.
  • Pencairan gletser akibat perubahan iklim disebut memperparah risiko kejadian serupa.

 

TRIBUNNEWWS.COM – Sebuah gelombang raksasa atau megatsunami setinggi hampir 500 meter menghantam Tracy Arm Fjord di Alaska setelah sebagian gunung runtuh ke laut, tulis WN, Rabu (6/5/2026)

Peristiwa ini kini tercatat sebagai salah satu megatsunami terbesar dalam sejarah, sekaligus menjadi peringatan serius terkait dampak perubahan iklim.

Peristiwa yang sebelumnya tidak banyak dilaporkan ini terjadi setelah longsoran besar menjatuhkan sekitar 64 juta meter kubik batu—setara dengan 24 Piramida Giza—ke dalam perairan fjord.

Material raksasa tersebut memicu gelombang air yang menjulang hampir setinggi setengah kilometer.

Ahli geologi Alaska, Dr. Bretwood Higman, yang meninjau lokasi beberapa waktu setelah kejadian, menyebut insiden ini sebagai “nyaris menjadi bencana besar.”

“Kami tahu ada orang-orang yang hampir berada di lokasi yang salah pada waktu yang salah. Ini sangat mengkhawatirkan jika kejadian serupa terulang di masa depan,” ujarnya.

Baca juga: 15 Tahun Setelah Tsunami, Otsuchi Jepang Kembali Diuji Kebakaran Hutan

Apa Itu Megatsunami?

Megatsunami berbeda dari tsunami biasa.

Jika tsunami umumnya disebabkan gempa bumi bawah laut dan bisa menjalar jauh hingga lintas samudra, megatsunami biasanya terjadi akibat longsor besar yang jatuh ke air—seperti gunung runtuh atau bongkahan es besar.

Dampaknya sangat besar, tetapi biasanya terbatas di area sekitar kejadian.

Dalam kasus Alaska ini, gelombang menghantam area fjord dengan kekuatan ekstrem, menghancurkan vegetasi dan meninggalkan jejak kerusakan di lereng-lereng sekitar.

Saat tim peneliti tiba di lokasi, mereka menemukan pohon-pohon tumbang, tanah yang terkelupas, serta area batuan yang terbuka akibat sapuan gelombang.

Dampak Perubahan Iklim

Para ilmuwan menilai kejadian ini tidak lepas dari pencairan gletser akibat perubahan iklim. Gletser yang sebelumnya menopang struktur batuan kini menyusut, membuat lereng gunung menjadi tidak stabil.

Dr. Stephen Hicks dari University College London menjelaskan bahwa es sebelumnya berfungsi “menopang” bagian tebing. Ketika es mencair, bagian bawah tebing menjadi terbuka dan rentan runtuh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved