Kamis, 7 Mei 2026

Thailand Soroti Membesarnya Komunitas WN Israel yang Mulai Meresahkan Warga

Chris mengungkapkan bahwa setidaknya 4.000 warga Israel saat ini menetap di di Koh Phangan, Surat Thani dalam periode waktu yang lama.

Tayang:
Penulis: Bobby W
Tangkap Layar Youtube PPTV HD 36
KONTROVERSI ISRAEL THAILAND - penggerebekan terhadap sebuah sekolah khusus WN Israel yang didirikan secara ilegal di Koh Phangan pada Jumat (1/5) pukul 12.30 waktu setempat. 

Ringkasan Berita:
  • Anggota Parlemen Thailand, Chris Potranandana, mendesak pemerintah untuk mengawasi sekitar 4.000 WN Israel yang menetap di Koh Phangan
  • Kehadiran komunitas WN Israel memicu keresahan warga lokal akibat sejumlah pelanggaran, seperti gangguan kebisingan, penggunaan narkoba, hingga bisnis dan transaksi keuangan ilegal
  • Sebagai tindak lanjut keluhan warga, aparat menggerebek Arki Kid School di Koh Phangan yang beroperasi secara ilegal menampung 89 anak WN Israel

 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Parlemen dari Partai Ekonomi Thailand, Chris Potranandana, mendesak lembaga-lembaga negara terkait untuk segera menangani kekhawatiran masyarakat atas semakin besarnya komunitas warga negara (WN) Israel di Koh Phangan, Surat Thani.

Situasi ini diperingatkan dapat menimbulkan risiko keamanan dan kedaulatan bagi negara.

Pada hari Rabu (6/5/2026), Chris mengungkapkan bahwa meledaknya populasi WN Israel di Koh Phangan, Surat Thani bisa dikatakan mulai membuat warga lokal gerah.

Chris mengungkapkan bahwa setidaknya 4.000 warga Israel saat ini menetap di pulau tersebut dalam periode waktu yang lama.

Angka ini mencakup mereka yang memegang perpanjangan visa serta yang menjalankan bisnis, dan berdampingan dengan sekitar 3.000 turis lainnya.

Ia menegaskan bahwa tidak semua individu bermasalah dan pernyataannya tidak bermaksud untuk menstigmatisasi kebangsaan apa pun.

Namun, Chris menyoroti kekhawatiran mengenai konteks geopolitik yang lebih luas, merujuk pada perang di Timur Tengah yang melibatkan Israel.

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa meluasnya kehadiran warga Israel di Thailand dapat mengekspos negara tersebut pada risiko eksternal, mengingat hubungan permusuhan Israel dengan beberapa negara di kawasan tersebut.

Isu ini telah menarik perhatian publik yang semakin besar, tidak hanya di kalangan penduduk Koh Phangan tetapi juga di seluruh penjuru Thailand.

Anggota parlemen tersebut turut juga menyampaikan berbagai keluhan warga mengenai perilaku mengganggu dari beberapa WN Israel yang menetap di Koh Phangan.

Keluhan tersebut mencakup gangguan kebisingan, penggunaan narkoba, hingga pengoperasian bisnis tanpa izin.

Baca juga: Lebanon Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel, Fokus Perjuangkan Gencatan Senjata

Bisnis tak berizin yang disoroti meliputi hotel informal, sekolah, dan gerai ritel, serta transaksi keuangan yang dilakukan melalui aplikasi berbasis luar negeri sehingga dinilai tidak memberikan kontribusi pada ekonomi lokal.

Chris juga menunjuk tempat-tempat pertemuan keagamaan seperti pusat Chabad sebagai target potensial di tengah konflik, dan mempertanyakan dampak dari kebijakan bebas visa yang diterapkan.

Penggerebekan Sekolah Israel Ilegal di Koh Phangan

Sorotan terhadap WN Israel di Thailand kian memanas setelah aparat lokal melakukan penggerebekan terhadap sebuah sekolah di Koh Phangan pada Jumat (1/5/2026) pukul 12.30 waktu setempat.

TURIS ISRAEL BERULAH - Foto dari media Thailand AmarinTV pada 20 Maret 2025, memperlihatkan ulah turis Israel di Thailand. Turis Israel buang air besar di sebuah taksi di Thailand, tidak mau membayar ganti rugi secara penuh hingga polisi harus turun tangan.
TURIS ISRAEL BERULAH - Foto dari media Thailand AmarinTV pada 20 Maret 2025, memperlihatkan ulah turis Israel di Thailand. Turis Israel buang air besar di sebuah taksi di Thailand, tidak mau membayar ganti rugi secara penuh hingga polisi harus turun tangan. (AmarinTV)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved