Wabah Hantavirus
WHO Rilis Fact Sheet dan Panduan Resmi Penanganan Hantavirus HCPS dan HFRS
Setiap jenis hantavirus biasanya berasosiasi dengan spesies hewan pengerat tertentu yang menjadi inang utamanya
Di Amerika, meski kasusnya lebih jarang, tingkat kematiannya yang tinggi menjadikannya perhatian serius bagi kesehatan masyarakat.
Cara Penularan dan Gejala
Penularan utama hantavirus terjadi melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Risiko paparan akan meningkat pada aktivitas seperti membersihkan ruangan tertutup, bertani, atau tidur di tempat yang banyak tikusnya.
Penularan antarmanusia sangat jarang terjadi dan sejauh ini hanya didokumentasikan secara terbatas pada virus Andes di Amerika Selatan melalui kontak dekat dan berkepanjangan.
Gejala biasanya muncul 1-8 minggu setelah paparan awal, dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan gangguan pencernaan.
Pada kasus HCPS, kondisi dapat berkembang cepat menjadi sesak napas dan syok.
Sedangkan pada HFRS, infeksi dapat menyebabkan tekanan darah rendah, perdarahan, dan gagal ginjal.
Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan
Diagnosis dini terbilang sulit karena gejalanya mirip dengan penyakit lain seperti flu, COVID-19, atau demam berdarah.
Konfirmasi laboratorium dilakukan melalui tes serologi (IgM/IgG) dan RT-PCR.
Hingga saat ini, tidak ada pengobatan antiviral atau vaksin khusus yang tersedia untuk hantavirus.
Penanganan bersifat suportif dengan pemantauan ketat di rumah sakit, terutama perawatan intensif untuk mengatasi komplikasi pernapasan, jantung, dan ginjal.
Baca juga: WHO Tegas: Hantavirus di Kapal Pesiar Tak Akan Jadi Pandemi Mengerikan seperti Covid-19
WHO menekankan bahwa pencegahan sangat bergantung pada upaya mengurangi kontak dengan tikus, melalui langkah-langkah berikut:
- Menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja secara rutin.
- Menutup rapat celah atau lubang yang bisa menjadi jalur masuk tikus.
- Menyimpan persediaan makanan di tempat yang aman dan tertutup.
- Membersihkan area yang tercemar dengan cara basah (menggunakan pel atau disinfektan cair), bukan dengan sapu kering atau vacuum cleaner agar partikel virus tidak terbang ke udara.
- Meningkatkan kebersihan diri, terutama mencuci tangan.
WHO terus mendukung negara-negara di dunia dalam memperkuat pengawasan, kapasitas laboratorium, komunikasi risiko, dan respons kejadian luar biasa (outbreak) dengan pendekatan One Health, yang menghubungkan kesehatan manusia, reservoir hewan, dan lingkungan.
Panduan lengkap WHO mengenai Hantavirus dapat diakses langsung melalui: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hantavirus
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Foto-ilustrasi-tikus-yang-diambil-dari-situs-bebas-royalti.jpg)