Jumat, 8 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Kemenlu Pakistan Klaim AS-Iran segera Raih Kesepakatan dalam Waktu Dekat

Kemenlu Pakistan menyatakan pihaknya menyambut baik penyelesaian konflik antara Iran dan AS di mana pun hal itu disepakati

Tayang:
Penulis: Bobby W
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
NEGOSIASI AS IRAN - Ilustrasi bendera Pakistan, Amerika Serikat, dan Iran yang merepresentasikan peran Islamabad sebagai mediator dalam upaya negosiasi kesepakatan damai antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, di Islamabad pada hari Kamis (7/5/2026) memperkirakan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan segera terjadi meskipun belum ada kepastian mengenai jangka waktunya. 

Ringkasan Berita:
  • Pakistan selaku mediator memperkirakan kesepakatan damai AS-Iran akan segera terwujud, putaran kedua perundingan ditargetkan berlangsung pekan depan
  • Potensi perdamaian dan pembukaan kembali Selat Hormuz memicu reaksi pasar dengan melonjaknya indeks pasar saham global serta anjloknya harga minyak mentah
  • Kedua belah pihak saat ini sedang menyusun nota kesepahaman singkat untuk mengakhiri perang, di mana Iran mengonfirmasi sedang meninjau proposal dari AS sebelum menyerahkannya kepada Pakistan

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Pakistan memperkirakan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan segera terjadi meskipun belum ada kepastian mengenai jangka waktunya.

Hal tersebut dikemukakan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, di Islamabad pada hari Kamis (7/5/2026).

Andrabi menegaskan bahwa Islamabad akan menyambut baik penyelesaian konflik antara Iran dan AS di mana pun hal itu disepakati.

"Jika kesepakatan dicapai di Pakistan, itu akan menjadi suatu kehormatan bagi kami," tuturnya kepada para wartawan seperti yang dilansir dari Anadolu Anjansi.

Meski demikian, Andrabi enggan membeberkan rincian lebih lanjut terkait potensi pakta damai tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah laporan media AS yang menyebutkan bahwa Washington dan Teheran semakin dekat untuk menandatangani draf kesepakatan.

Sumber-sumber pemerintah Pakistan sebelumnya menyebutkan bahwa mereka bersiap menjadi tuan rumah putaran kedua pembicaraan damai AS-Iran pada pekan depan.

Islamabad menargetkan agar sebuah kesepakatan tingkat dasar dapat tercapai sebelum kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China yang dijadwalkan akhir pekan depan. 

Sebagai informasi, Pakistan telah memfasilitasi putaran pertama negosiasi pada 11-12 April menyusul gencatan senjata dua minggu, meski saat itu belum menghasilkan kesepakatan akhir.

Baca juga: Warga Sipil Kembali Jadi Korban dalam Eskalasi Konflik Pakistan-Afghanistan

Dampak Signifikan pada Pasar Global

Laporan mengenai kemungkinan berakhirnya perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz langsung memberikan dampak kejut pada pasar ekonomi dunia.

Harga minyak dunia anjlok sementara pasar saham melonjak tajam pada perdagangan Rabu waktu setempat.

Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,5 persen dan Nasdaq Composite melesat 2 persen, di mana keduanya mencatatkan rekor penutupan tertinggi.

Indeks Russell 2000 turut bertambah 1,5 persen, sementara Dow Jones Industrial Average meroket lebih dari 610 poin. 

Di sektor energi, harga minyak mentah AS sempat merosot hingga 15 persen menjadi 88 dolar AS atau sekitar Rp 1.531.200 per barel, sementara minyak mentah Brent internasional turun 11 persen ke level 96 dolar AS atau sekitar Rp 1.670.400 per barel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved