Iran Vs Amerika Memanas
Malaysia Ogah Jual Stok BBM dari Selat Hormuz ke Sesama Negara ASEAN
Menteri Investasi Malaysia menegaskan bahwa negaranya tidak akan menjual pasokan minyak negaranya kepada sesama anggota ASEAN lainnya
Kapal ini membawa muatan strategis berupa satu juta barel minyak mentah (setara 159 juta liter) yang diangkut langsung dari Basrah, Irak.
Muatan tersebut kemudian melewati proses pemurnian di kilang penapisan selama sekitar enam hari.
Hasil pengolahan ini diperkirakan akan menghasilkan sekitar 62-64 juta liter diesel, 45-48 juta liter bensin, serta 22-24 juta liter bahan bakar pesawat (avtur).
Selain itu, proses ini juga akan memproduksi sekitar 5-6 juta liter LPG dan produk sampingan lainnya.
Baca juga: Ratusan Pelajar Indonesia Menembus Batas Negara, Berbaur dengan Siswa Malaysia Dalam Keberagaman
Stok BBM Malaysia Aman hingga Juni 2026
Melalui kedatangan pasokan terbaru ini, Petronas menjamin bahwa stok energi nasional akan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir Juni 2026.
Proyeksi ini lebih panjang dari target sebelumnya yang hanya mencapai akhir Mei.
Pihak manajemen menegaskan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk menjaga stabilitas di tengah situasi global yang dinamis.
"Ini adalah bagian dari jaringan pasokan yang luas, salah satu upaya PETRONAS dalam memastikan pasokan bahan bakar negara di Malaysia tetap stabil," terang pihak Petronas dalam pernyataan resminya.
Petronas sendiri menyuplai sekitar 50 persen kebutuhan BBM di Malaysia melalui anak perusahaannya, Petronas Dagangan Bhd, sementara sisanya disokong oleh perusahaan minyak lain.
Meski pasokan mulai stabil dan harga bensin RON95 dijamin tetap pada angka RM 1,99 per liter , masyarakat tetap diimbau untuk bijak dalam mengonsumsi energi.
Petronas meminta warga membeli bahan bakar sesuai kebutuhan sehari-hari guna menghindari tindakan penimbunan atau pembelian panik (panic buying).
(Tribunnews.com/Bobby)
