Sabtu, 9 Mei 2026

Ilmuwan Teliti Anjing Chernobyl untuk Ungkap Dampak Radiasi pada Evolusi

Empat dekade setelah bencana nuklir Chernobyl, berbagai hewan termasuk anjing liar berkembang di zona terlarang yang ditinggalkan manusia.

Tayang:
Editor: Tiara Shelavie

Ringkasan Berita:
  • Empat dekade setelah bencana nuklir Chernobyl, berbagai hewan termasuk anjing liar berkembang di zona terlarang yang ditinggalkan manusia. 
  • Peneliti menemukan anjing di sekitar PLTN Chernobyl memiliki perbedaan genetik, tetapi belum ada bukti kuat bahwa radiasi menjadi penyebabnya. 
  • Wilayah Chernobyl kini menjadi laboratorium alam penting untuk mempelajari dampak radiasi terhadap evolusi satwa.

TRIBUNNEWS.COM - Pada 26 April 1986, Reaktor 4 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl di Ukraina utara—yang saat itu masih bagian dari Uni Soviet—meledak dan mengirimkan awan radiasi besar ke atmosfer. Empat puluh tahun kemudian, PLTN Chernobyl dan banyak wilayah di sekitarnya masih tidak dihuni manusia.

Namun, dalam empat dekade sejak bencana itu, berbagai jenis hewan—mulai dari serigala, kuda, burung, serangga, hingga anjing—justru berkembang pesat di tengah absennya manusia. Banyak anjing di sana diyakini merupakan keturunan hewan peliharaan yang ditinggalkan saat evakuasi besar-besaran berlangsung.

Kini, para ahli biologi meneliti lebih dekat hewan-hewan yang hidup di dalam Chernobyl Exclusion Zone (CEZ), wilayah yang luasnya kira-kira setara dengan Taman Nasional Yosemite, untuk memahami bagaimana paparan radiasi selama puluhan tahun mungkin telah mengubah genom mereka, bahkan mungkin mempercepat evolusi.

Ilmuwan dari University of South Carolina dan National Human Genome Research Institute meneliti DNA dari 302 anjing liar yang ditemukan di dalam dan sekitar CEZ guna memahami perbedaan genetik populasi tersebut serta faktor penyebabnya. Hasil penelitian mereka dipublikasikan di jurnal Science Advances pada 2023.

“Apakah mereka memiliki mutasi yang memungkinkan mereka hidup dan berkembang biak dengan sukses di wilayah ini?” kata salah satu penulis, Elaine Ostrander, pakar genom anjing di National Human Genome Research Institute.

“Apa tantangan yang mereka hadapi dan bagaimana mereka beradaptasi secara genetik?”

Baca juga: Chernobyl Terancam: Serangan yang Diduga Rusia Berpotensi Bocorkan Radiasi

Gagasan bahwa radiasi dapat mempercepat evolusi alami sebenarnya bukan hal baru. Praktik menyinari benih dengan radiasi di luar angkasa untuk memicu mutasi menguntungkan, misalnya, telah lama digunakan untuk mengembangkan tanaman yang lebih cocok menghadapi perubahan iklim.

Para ilmuwan telah lama mempelajari hewan-hewan yang hidup di CEZ, termasuk bakteri, tikus, hingga burung. Sebuah studi pada 2016 menemukan bahwa katak pohon timur (Hyla orientalis), yang biasanya berwarna hijau, lebih sering ditemukan berwarna hitam di wilayah CEZ.

Para peneliti menduga katak tersebut mengalami mutasi menguntungkan pada melanin—pigmen yang menentukan warna kulit—yang membantu menyerap dan menetralisir sebagian radiasi di sekitarnya.

Sementara itu, sebuah studi tahun 2026 terhadap serigala melaporkan adanya sinyal genetik dan transkriptom terkait sistem imun yang ditafsirkan penulisnya sebagai kemungkinan bukti seleksi alami terkait radiasi.

Namun, sesuatu yang lebih unik mungkin terjadi pada anjing liar Chernobyl.

Studi tahun 2023 menemukan bahwa anjing liar yang hidup dekat PLTN Chernobyl memiliki perbedaan genetik yang jelas dibanding anjing yang hidup sekitar 16 kilometer jauhnya di Kota Chernobyl.

Meski temuan ini tampak mengarah pada kemungkinan mutasi cepat atau evolusi akibat paparan radiasi, studi tersebut baru langkah awal dan belum membuktikan hipotesis itu.

Penting untuk berhati-hati dalam menarik kesimpulan. Pada 2026, ilmuwan lingkungan Jim Smith menulis bahwa anjing Chernobyl memang berbeda secara genetik, tetapi studi yang tersedia belum menunjukkan bahwa radiasi adalah penyebab perbedaan tersebut.

Menurutnya, kisah ekologis Chernobyl lebih berkaitan dengan kembalinya satwa liar karena manusia pergi, bukan karena hewan berkembang akibat radiasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved