Sabtu, 9 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Embargo Laut AS ke Iran Makin Keras, Krisis Ekonomi Mulai Terlihat Nyata

Presiden AS Trump sebut ekonomi Iran mulai runtuh karena blokade AS memicu krisis finansial. AS menghalangi kapal yang bergerak dari dan menuju Iran.

Tayang:
X @CENTCOM
KAPAL AS - Tangkapan layar pada Sabtu (9/5/2026), CENTCOM merilis foto-foto kapal USS Truxtun (DDG 103), USS Rafael Peralta (DDG 115), dan USS Mason (DDG 87) yang beroperasi di Timur Tengah. Ketiga kapal perusak tersebut saat ini berlayar di Laut Arab untuk mendukung blokade terhadap Iran. Pada 8 Mei 2026, Presiden AS Trump sebut ekonomi Iran mulai runtuh karena blokade AS memicu krisis finansial. AS menghalangi kapal yang bergerak dari dan menuju Iran. 

“Mereka gagal. Mata uang mereka tidak berharga. Inflasi mereka mungkin 150 persen. Uang mereka tidak berharga, mereka tidak mampu membayar tentara mereka,” ujar Trump dalam pernyataannya di Gedung Putih minggu ini, merujuk pada kondisi ekonomi Iran yang melemah akibat sanksi dan blokade.

Di tengah eskalasi tersebut, pertanyaan besar kini muncul, apakah tekanan ekonomi ini cukup kuat untuk memaksa Iran menerima tuntutan AS, termasuk penghentian program pengayaan nuklir dan pembatasan pengaruh Teheran di Selat Hormuz.

Edward Fishman, Direktur Pusat Geoeconomi di Council on Foreign Relations, menilai blokade ini memberikan dampak signifikan karena Iran sangat bergantung pada pendapatan minyak.

“Tanpa ekspor minyak, pemerintah Iran akan kesulitan membayar gaji dan memenuhi kebutuhan impor,” ujarnya, seperti diberitakan CBC.

“Dampaknya sangat besar, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat Iran," lanjutnya.

Namun demikian, para analis masih berbeda pendapat mengenai kapan dampak paling berat akan benar-benar dirasakan.

Faktor utama yang menjadi penentu adalah jumlah minyak yang sudah diekspor sebelum blokade diberlakukan serta kapasitas penyimpanan minyak Iran saat ini.

Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa Iran masih menyimpan sekitar 140 juta barel minyak di kapal tanker terapung di luar zona blokade, sebagian besar menunggu untuk dikirim ke China.

Stok ini diperkirakan dapat menjaga aliran pendapatan Iran setidaknya hingga bulan Agustus.

Soufan Center menambahkan bahwa cadangan tersebut masih menjadi penyangga sementara bagi ekonomi Iran, namun tidak cukup untuk menahan tekanan jangka panjang jika blokade terus diperketat.

Laporan CIA Bertentangan dengan Perkiraan Trump

Sebuah laporan intelijen CIA yang disampaikan kepada pemerintahan Donald Trump menyebut Iran masih mampu bertahan dari blokade angkatan laut Amerika Serikat selama sekitar tiga hingga empat bulan sebelum mengalami tekanan ekonomi yang lebih parah.

Laporan ini bertentangan dengan klaim Gedung Putih yang sebelumnya menyebut Iran akan segera kolaps akibat blokade.

Presiden Trump bahkan mengatakan Iran berada dalam “kondisi runtuh” dan ekonominya “hampir tidak berfungsi”.

Namun, sejumlah analis menilai dampaknya tidak secepat yang diperkirakan.

Iran masih memiliki cadangan minyak besar di kapal tanker terapung dan pendapatan dari ekspor sebelumnya, yang membuat negara itu bisa bertahan lebih lama.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved