Minggu, 10 Mei 2026

Trump Buka File Rahasia soal UFO, Warga AS Curiga Ini Cuma Pengalihan Isu

AS buka file rahasia soal dugaan UFO. Presiden AS Trump sebut ini sangat menarik bagi publik, tapi banyak yang skeptis itu hanya pengalihan isu.

Tayang:
Departemen Perang AS
BENDA MISTERIUS MELAYANG - Foto Komando Indo-Pasifik AS melaporkan adanya UAP (Fenomena Udara Tak Dikenal) yang menyerupai benda berbentuk bola sepak di dekat Jepang tahun 2024. Foto tersebut dirilis oleh Departemen Perang AS pada Jumat, 8 Mei 2026 atas persetujuan Presiden AS Donald Trump. Sejumlah pihak mencurigai perilisan tersebut sebagai upaya pengalihan isu politik dan publik Amerika. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah AS merilis ratusan dokumen rahasia terkait UFO/UAP yang berisi video, foto, laporan intelijen, hingga arsip misi NASA sejak 1940-an.
  • Dokumen tersebut memuat laporan objek misterius dan cahaya aneh yang pernah dilihat astronaut Apollo, termasuk Buzz Aldrin.
  • Pemerintahan Donald Trump menyebut langkah ini sebagai “transparansi bersejarah”, namun sejumlah pihak menilai perilisan itu hanya pengalihan isu politik.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat resmi merilis ratusan dokumen rahasia terkait fenomena anomali tak dikenal atau UAP (Unidentified Aerial Phenomena), yang sebelumnya lebih populer disebut UFO

Langkah tersebut disebut Pentagon sebagai “upaya transparansi bersejarah”, meski di sisi lain memicu perdebatan baru di tengah publik Amerika.

"File-file ini, yang disembunyikan di balik klasifikasi, telah lama memicu spekulasi yang beralasan — dan sudah saatnya rakyat Amerika melihatnya sendiri," tulis Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth dalam press release-nya, Jumat (8/5/2026).

Berkas yang dipublikasikan melalui situs resmi Departemen Pertahanan AS itu mencakup video, foto, laporan intelijen, transkrip misi NASA, kesaksian pilot militer, hingga dokumen FBI dan Departemen Luar Negeri AS yang berasal dari berbagai periode sejak akhir 1940-an hingga beberapa tahun terakhir.

Di antara materi yang paling menyita perhatian adalah laporan mengenai “objek logam misterius”, cahaya merah yang tidak dapat dijelaskan di langit, serta berbagai pertemuan udara aneh yang melibatkan personel militer AS.

Salah satu kasus menyoroti penampakan objek berbentuk bola sepak di dekat perairan Jepang pada 2024, dikutip dari laman resmi Departemen Perang AS.

Dokumen lain yang menarik perhatian berasal dari misi Apollo NASA dari tahun 1972 yang mendokumentasikan cahaya misterius yang melayang dan diamati dari atas permukaan Bulan.

Dalam transkrip pengarahan pasca-misi Apollo 11, astronaut Buzz Aldrin mengungkap bahwa kru sempat melihat cahaya terang misterius di luar angkasa. 

“Saya mengamati apa yang tampak seperti sumber cahaya yang cukup terang yang untuk sementara kami duga sebagai kemungkinan laser,” kata Aldrin dalam dokumen yang kini dibuka ke publik, Jumat.

Baca juga: UFO Kerap Dilaporkan Mereka yang Keluar untuk Merokok di Malam Hari

Selain itu, arsip Apollo 17 tahun 1972 juga mencatat adanya “partikel atau fragmen sangat terang” yang melintas di dekat kapsul astronot saat berada di luar angkasa.

Sebuah foto dari misi Apollo 12 bahkan memperlihatkan lima fenomena tak dikenal di langit bulan.

Perilisan dokumen ini dilakukan melalui Kantor Resolusi Anomali Semua Domain (AARO) Pentagon sebagai bagian dari program deklasifikasi yang diperintahkan Presiden Donald Trump pada Februari lalu.

Presiden AS Donald Trump meminta seluruh lembaga federal membuka “semua informasi” terkait UFO dan UAP.

Trump menyebut dokumen yang dirilis akan menjadi sesuatu yang “sangat menarik” bagi publik, seperti diberitakan CBC. 

Perilisan Dokumen UFO Dicurigai Sebagai "Pengalihan Isu"

Sejumlah kritik muncul yang menilai langkah pemerintahan Trump lebih bersifat pengalihan perhatian dari berbagai isu politik dan ekonomi yang sedang dihadapi pemerintahannya.

Mantan anggota Kongres AS Marjorie Taylor Greene bahkan menyebut perilisan berkas UFO sebagai “propaganda untuk mengalihkan perhatian publik”.

Kritik serupa juga muncul karena pengungkapan ini terjadi di tengah sorotan terhadap isu perang Iran dan berkas kasus Jeffrey Epstein.

Meski demikian, Pentagon menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan keberadaan kehidupan alien atau teknologi luar angkasa.

Laporan resmi Pentagon pada 2024 juga menyimpulkan bahwa sebagian besar penampakan UFO kemungkinan memiliki penjelasan rasional, seperti distorsi kamera inframerah, jejak panas pesawat, atau fenomena alam biasa.

“Ada beberapa video dan foto menarik, tetapi tidak ada bukti meyakinkan yang bisa langsung disebut sebagai alien,” ujar peneliti UAP asal Kanada, Chris Rutkowski.

Senada dengan itu, mantan kepala AARO Sean Kirkpatrick memperingatkan bahwa dokumen mentah tanpa analisis mendalam justru berpotensi memicu teori konspirasi baru.

Ia mengatakan banyak rekaman viral sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah dan tidak berkaitan dengan makhluk luar angkasa.

Meski belum menemukan bukti keberadaan alien, para pengamat menilai pengungkapan dokumen ini tetap penting karena menunjukkan bahwa pemerintah AS selama puluhan tahun memang secara aktif mengumpulkan dan menyelidiki laporan terkait fenomena udara misterius.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved