Senin, 11 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

AS Danai Israel Rp60 T per Tahun, Netanyahu Mau Akhiri Ketergantungan

AS memberikan dana 3,8 miliar USD (Rp60 T) per tahun kepada militer Israel. Netanyahu menilai Israel harus mengurangi ketergantungan terhadap AS.

Tayang:
Facebook Kantor Perdana Menteri Israel
PM ISRAEL NETANYAHU - Foto yang diambil dari Facebook GPO, Senin (11/5/2026), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuan pemerintah pada 26 April 2026. AS memberikan dana 3,8 miliar USD (Rp60 T) per tahun kepada militer Israel. Pada 10 Mei 2026, Netanyahu mengatakan Israel harus mengurangi ketergantungan terhadap AS. 

Ringkasan Berita:
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menyatakan ingin mengurangi hingga menghentikan bantuan keuangan Amerika Serikat dalam 10 tahun ke depan.
  • Saat ini, Israel masih menerima bantuan militer sekitar 3,8 miliar dolar AS per tahun dari Washington berdasarkan perjanjian kedua negara.
  • Meski demikian, Netanyahu menilai Israel harus mandiri di bidang pertahanan dan tidak terus bergantung pada dana AS.

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keinginannya untuk mengakhiri ketergantungan negaranya pada bantuan keuangan Amerika Serikat dalam satu dekade ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan program televisi CBS News, 60 Minutes, di tengah meningkatnya sorotan terhadap hubungan Washington dan Tel Aviv serta menurunnya dukungan publik Amerika terhadap Israel.

Dalam wawancara itu, Netanyahu mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan langsung rencana tersebut kepada Presiden AS Donald Trump maupun kepada masyarakat Israel.

“Saya ingin mengurangi dukungan keuangan Amerika hingga nol, komponen keuangan dari kerja sama militer yang kita miliki,” ujar Netanyahu, Minggu (10/5/2026).

Ia menegaskan bahwa proses tersebut seharusnya “dimulai sekarang” dan ditargetkan selesai dalam sepuluh tahun ke depan.

Israel Masih Menerima Bantuan AS

Saat ini AS memberikan bantuan militer sekitar 3,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp60 triliun per tahun kepada Israel.

Bantuan itu sebagian besar digunakan untuk membeli persenjataan buatan Amerika dan menjadi bagian dari perjanjian kerja sama pertahanan jangka panjang yang diteken pada 2016.

Dalam kesepakatan tersebut, Washington berkomitmen memberikan total bantuan militer sebesar 38 miliar dolar AS hingga tahun 2028, termasuk 5 miliar untuk sistem pertahanan rudal Iron Dome.

Israel sendiri merupakan penerima bantuan luar negeri terbesar dari Amerika Serikat sejak Perang Dunia II.

Baca juga: WSJ: Israel Dirikan Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Operasi Lawan Iran

Sejak berdiri pada 1948 di wilayah Palestina yang diduduki, Israel telah menerima lebih dari 300 miliar dolar AS dalam bentuk bantuan ekonomi dan militer dari Washington.

Bantuan Amerika disebut mencakup sekitar 16 persen dari total anggaran militer Israel.

Meski demikian, Netanyahu menilai sudah waktunya Israel mulai mandiri secara finansial di bidang pertahanan.

“Saya pikir sudah saatnya kita melepaskan diri dari dukungan militer yang tersisa,” katanya.

Pernyataan Netanyahu muncul di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, terutama setelah konflik berkepanjangan di Gaza serta meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran.

Dalam wawancara yang sama, Netanyahu juga menyoroti menurunnya dukungan publik Amerika terhadap Israel.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved