Senin, 11 Mei 2026

Korban Agresi Israel di Lebanon Tembus 2.846 Orang

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban akibat agresi Israel terus meningkat sejak eskalasi konflik pada Maret 2026,

Tayang:
Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic
KERUSAKAN DI LEBANON - Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic 9 April 2026 memperlihatkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel di daerah Ain al-Mreisseh di Beirut, Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban akibat agresi Israel terus meningkat sejak eskalasi konflik pada Maret 2026, 
Ringkasan Berita:
  • Lebanon mencatat 2.846 korban tewas dan 8.693 luka sejak eskalasi konflik pada 2 Maret 2026.
  • Serangan Israel terus menyasar wilayah Lebanon selatan, termasuk area sipil dan infrastruktur publik.
  • Artileri dan serangan udara terbaru dilaporkan terjadi di Nabatieh, Tirus, dan Zibqin.
     

 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon mengumumkan jumlah korban akibat serangan Israel sejak 2 Maret 2026 hingga 10 Mei telah mencapai 2.846 orang tewas.

Selain itu sebanyak 8.693 lainnya terluka.

Pemerintah Lebanon menyebut serangan Israel masih terus berlangsung di sejumlah wilayah.

Terutama Lebanon selatan, dengan sasaran kawasan sipil dan infrastruktur publik.

Dalam beberapa jam terakhir, artileri Israel dilaporkan menggempur kota Kfarjoz dan Kfar Reman di distrik Nabatieh.

Serangan juga terjadi di Srifa, yakni di distrik Tirus, mengutip Al Mayadeen, Senin (11/5/2026).

Selain itu, serangan udara juga terjadi di wilayah Zibqin.

Otoritas Lebanon menilai operasi militer Israel dilakukan secara berulang terhadap area permukiman warga dan fasilitas umum.

Hal itulah yang memperbesar dampak kemanusiaan di kawasan tersebut.

Petugas Medis Jadi Sasaran

Kementerian Kesehatan Lebanon juga mengatakan serangan Israel dalam 24 jam terakhir telah menewaskan 51 orang, termasuk dua pekerja medis.

“Israel terus melanggar hukum internasional dan norma-norma kemanusiaan,"  kata kementerian itu pada hari Minggu (10/5/2026).

Dilaporkan juga lebih banyak kejahatan terhadap paramedis dilakukan oleh Israel.

Israel disebut secara langsung menargetkan dua poin Otoritas Kesehatan di Qalawiya dan Tibinn, distrik Bint Jbeil, dalam dua penggerebekan,

Kementerian itu mengatakan 2.846 orang telah tewas di seluruh negeri sejak 2 Maret, ketika pasukan Israel memulai operasi militer baru.

Sejak itu, PBB mengatakan setidaknya 103 pekerja medis Lebanon telah tewas dan 230 terluka dalam lebih dari 130 serangan Israel.

“Kami berada di bawah ancaman setiap detik, setiap hari,” Ali Safiuddin, kepala Pertahanan Sipil Lebanon di Tirus di Lebanon selatan, mengatakan kepada Al Jazeera

"Kami bertanya pada diri sendiri apakah kami akan bertahan atau jika kami akan mati, kami tahu kami telah menyerahkan hidup kami dengan bekerja di sini. Kami telah kehilangan begitu banyak orang dan rasanya seperti kami sudah pergi juga," lanjutnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved