Rabu, 13 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

WSJ Ungkap UEA Diam-Diam Luncurkan Serangan Rahasia ke Wilayah Iran

Wall Street Journal mengungkap UEA diam-diam menyerang Iran, memicu risiko perang besar di kawasan Teluk.

Tayang:

Menurut laporan tersebut, penilaian intelijen Iran meyakini beberapa negara Teluk mengizinkan wilayah udara maupun pangkalan militernya dipakai pasukan Amerika Serikat untuk menyerang Teheran.

Negara Teluk Khawatir Terseret Perang

The Guardian melaporkan keterlibatan UEA memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas menjadi perang regional terbuka di Timur Tengah.

Kuwait bahkan mengumumkan penangkapan empat anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang diduga hendak melakukan “serangan teroris” di Pulau Bubiyan.

Baca juga: Ancam AS, Iran Luncurkan Serangan Baru Drone ke Seluruh Wilayah Teluk: UEA hingga Kuwait Siaga

Pemerintah Kuwait kemudian memanggil Duta Besar Iran untuk menyampaikan protes keras atas insiden tersebut.

Mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Turki al-Faisal, memperingatkan dampak besar jika perang dengan Iran terus meluas.

“Jika perang antara kami dan Iran pecah, kawasan itu akan berubah menjadi keadaan kehancuran dan kerusakan,” tulis Turki al-Faisal dalam artikel di Arab News.

Ia juga menilai perang terbuka hanya akan memperbesar instabilitas kawasan dan menghancurkan proyek-proyek ekonomi negara Teluk.

Perpecahan Sikap Negara Teluk

Di tengah eskalasi konflik, negara-negara Teluk dilaporkan terpecah mengenai cara menghadapi Iran.

Arab Saudi dan Qatar disebut memilih menahan diri agar tidak terseret lebih jauh ke konflik militer langsung.

Sebaliknya, UEA dinilai mengambil sikap lebih agresif karena hubungan diplomatiknya dengan Iran telah lama memburuk, terutama setelah normalisasi hubungan UEA dengan Israel melalui Perjanjian Abraham.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, juga memperingatkan bahaya eskalasi konflik di kawasan.

“Ekspansionisme Israel tetap menjadi tantangan nomor satu bagi stabilitas dan keamanan di kawasan kita,” katanya seperti dikutip The Guardian.

“Apa yang sedang dialami negara-negara Teluk seharusnya tidak membuat kita kehilangan fokus pada Gaza," tambahnya,

Selat Hormuz dan Ancaman Ekonomi Global

Konflik Iran dan negara-negara Teluk juga kembali memicu ketegangan di Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dan gas dunia.

Iran diketahui kembali memblokade selat tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap negara-negara yang dianggap membantu serangan Barat.

Baca juga: Iran Serang UEA dengan Rudal dan Drone Usai Baku Tembak dengan Kapal Perang AS di Hormuz

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved