Rabu, 13 Mei 2026

Insiden Runtuhnya Jembatan Baltimore: Enam Pekerja Tewas, Operator Kapal Hadapi 18 Dakwaan

AS dakwa operator kapal kontainer MV Dali atas runtuhnya Jembatan Francis Scott Key di Baltimore tewaskan 6 orang pada Maret 2024.

Tayang:

Jaksa menyebut kapal juga mengalami dua kali pemadaman listrik sehari sebelum tragedi, namun masalah tersebut tidak dilaporkan kepada Penjaga Pantai AS sebagaimana diwajibkan aturan keselamatan maritim.

Baca juga: Usai Tertabrak Kapal Kargo, Rangka Jembatan Baltimore AS Dibongkar Pakai Bahan Peledak

Selain itu, perusahaan dituding memalsukan catatan keselamatan serta memberikan informasi menyesatkan kepada penyelidik federal.

Jimmy Paul dari FBI Baltimore menyebut tragedi itu seharusnya tidak pernah terjadi.

“Jembatan itu runtuh karena mereka yang bertanggung jawab atas pengoperasian kapal secara sengaja mengabaikan prosedur keselamatan,” kata Jimmy Paul.

Jaksa juga menuduh perusahaan mencoba menyembunyikan penggunaan pompa bahan bakar yang tidak sesuai standar di kapal Dali maupun kapal lain yang serupa.

Selain dakwaan pidana utama, Synergy Marine juga dituduh melanggar Undang-Undang Air Bersih dan Undang-Undang Pencemaran Minyak akibat puing jembatan, minyak, dan kontainer kapal yang mencemari Sungai Patapsco.

Synergy Marine Bantah Seluruh Tuduhan

lihat fotoJembatan Francis Scott Key berada di atas kapal kontainer setelah jembatan tersebut runtuh, Baltimore, Maryland, AS. Selasa (26 Maret 2024).  Jembatan runtuh ditabrak oleh kapal Singapura- kapal kontainer berbendera Dali, Belum ada konfirmasi mengenai penyebab bencana tersebut, namun Komisaris Polisi Baltimore Richard Worley mengatakan
JEMBATAN DITABRAK KAPAL. - Jembatan Francis Scott Key berada di atas kapal kontainer setelah jembatan tersebut runtuh, Baltimore, Maryland, AS. Selasa (26 Maret 2024). Jembatan runtuh ditabrak oleh kapal Singapura- kapal kontainer berbendera Dali, Belum ada konfirmasi mengenai penyebab bencana tersebut, namun Komisaris Polisi Baltimore Richard Worley mengatakan "tidak ada indikasi" adanya terorisme. (Foto arsip 2024/Jim WATSON/AFP) 

Menanggapi dakwaan tersebut, Synergy Marine membantah telah melakukan pelanggaran pidana.

Perusahaan menuduh pemerintah AS mengubah kecelakaan maritim menjadi perkara kriminal.

“Departemen Kehakiman mengkriminalisasi kecelakaan tragis,” kata Synergy Marine dalam pernyataan kepada BBC.
Perusahaan juga menegaskan akan melawan seluruh tuduhan di pengadilan.

“Synergy akan membela diri secara gigih terhadap tuduhan yang tidak akurat ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Pengacara Radhakrishnan Karthik Nair bahkan mengatakan kliennya “tidak menyebabkan kecelakaan tersebut” meski terus memikirkan tragedi itu setiap hari.

Baca juga: Biden Siap Gelontorkan Dana Darurat Rp 952 M untuk Bangun Kembali Jembatan Baltimore

Kerugian Ekonomi dan Lingkungan Capai Miliaran Dolar

Runtuhnya Jembatan Francis Scott Key menyebabkan Pelabuhan Baltimore lumpuh selama hampir tiga bulan.

Sky News melaporkan dampaknya mengganggu distribusi barang nasional dan memukul ekonomi Maryland secara besar-besaran.

Pemerintah negara bagian Maryland memperkirakan biaya pembangunan kembali jembatan mencapai 4,3 hingga 5,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp84 triliun.

Jembatan baru bahkan diperkirakan belum dapat dibuka sebelum tahun 2030.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved