Iran Vs Amerika Memanas
Cueki Krisis di AS, Trump: Yang Penting Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Presiden AS Donald Trump tidak peduli dengan krisis ekonomi di AS akibat perang Iran. Yang penting baginya adalah Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Trump juga mengklaim Iran sebelumnya sempat menyatakan tidak akan mengembangkan senjata nuklir, namun menurutnya proposal terbaru dari Teheran justru bertolak belakang dengan komitmen tersebut.
“Iran mengatakan mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, lalu bukan itu yang mereka kirimkan kepada saya. Kami tidak bermain-main,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut Washington kini berada dalam posisi kuat terhadap Iran.
“Kita akan mencapai kesepakatan atau mereka akan dihancurkan,” kata Trump.
Presiden AS juga menyebut blokade tersebut sebagai "100 persen efektif".
"Blokade ini sangat efektif; 100 persen efektif. Dan dengan satu atau lain cara, ini akan berjalan dengan sangat baik. Saya pikir Anda akan memiliki begitu banyak minyak, Anda akan memiliki semburan minyak yang belum pernah Anda lihat sebelumnya," katanya kepada wartawan.
Di tengah memanasnya situasi, Trump juga menyinggung peran Pakistan setelah muncul laporan bahwa Iran sempat menyimpan jet tempurnya di wilayah Pakistan selama perang berlangsung.
Meski demikian, Trump tetap memuji Islamabad dan menyebut Pakistan sebagai mediator yang baik dalam proses diplomasi, seperti diberitakan Gulf News.
Iran Mendesak AS Terima Proposal Terbaru
Sementara itu, kepala negosiator Iran menegaskan Washington harus menerima proposal damai terbaru dari Teheran atau bersiap menghadapi kegagalan diplomasi.
“Tidak ada alternatif lain selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana diuraikan dalam usulan 14 poin. Pendekatan lain apa pun akan sepenuhnya tidak membuahkan hasil; hanya kegagalan demi kegagalan,” kata Mohammad Bagher Ghalibaf dalam sebuah unggahan di X, Selasa (12/5/2026).
Iran mengirim proposal baru sebagai tanggapan atas rencana perdamaian AS untuk mengakhiri perang dan membuka negosiasi program nuklirnya.
Teheran menuntut penghentian perang di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, pencabutan blokade laut AS, serta pembebasan aset Iran yang dibekukan akibat sanksi.
Namun Presiden AS Donald Trump menolak proposal itu dan menyebutnya “sama sekali tidak dapat diterima,” sambil memperingatkan bahwa gencatan senjata berada di ambang kehancuran.
Di tengah ketegangan tersebut, Korps Garda Revolusi Iran menggelar latihan militer di Teheran untuk menghadapi “musuh Amerika-Zionis.”
Sementara Kementerian Pertahanan Iran menegaskan AS akan kembali menghadapi kekalahan militer jika tidak menerima tuntutan Iran dalam jalur diplomasi.