Rabu, 13 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Cueki Krisis di AS, Trump: Yang Penting Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Presiden AS Donald Trump tidak peduli dengan krisis ekonomi di AS akibat perang Iran. Yang penting baginya adalah Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Tayang:

Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dimulai pada 28 Februari 2026 setelah AS dan Israel menyerang sejumlah fasilitas strategis Iran, dua hari setelah perundingan nuklir di Jenewa gagal mencapai kesepakatan.

AS dan Israel menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, namun Teheran menegaskan program nuklirnya hanya untuk kebutuhan energi dan penelitian sipil.

Konflik memburuk setelah serangan awal dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang kemudian digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Teheran juga menghentikan negosiasi nuklir serta memperketat pelayaran di Selat Hormuz, yang berdampak pada terganggunya pasokan energi dunia dan kenaikan harga minyak.

Setelah sekitar 40 hari perang, kedua pihak menyepakati gencatan senjata sementara pada 8 April 2026. Meski demikian, ketegangan tetap berlanjut dan Pakistan kemudian berperan sebagai mediator dalam pertukaran proposal damai antara Washington dan Teheran.

Situasi kembali memanas setelah AS menjalankan operasi “Project Freedom” di Selat Hormuz. Operasi itu sempat dihentikan untuk membuka ruang diplomasi, tetapi perundingan pada 10–11 Mei kembali gagal setelah Iran menolak proposal terbaru dari pemerintahan Donald Trump.

Washington kini mempertimbangkan langkah militer baru, termasuk kemungkinan serangan udara lanjutan dan pengaktifan kembali operasi di Selat Hormuz.

Salah satu isu utama dalam negosiasi adalah tuntutan AS dan Israel agar cadangan uranium Iran dipindahkan ke luar negeri. Namun Iran menolak usulan tersebut dan menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara.

Hingga kini, kedua pihak masih bersikeras bahwa proposal masing-masing adalah jalan terbaik untuk mengakhiri perang, sehingga proses perundingan berjalan alot dan belum menunjukkan titik temu.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved