Iran Vs Amerika Memanas
Amerika Siapkan “Operation Sledgehammer”, Sinyal Perang Iran Potensial Berlanjut
Amerika menyiapkan nama baru perang melawan Iran dengan kode "Operation Sledgehammer". Apa alasan di balik nama ini?
Amerika Siapkan “Operation Sledgehammer”, Sinyal Perang Iran Potensial Berlanjut
Ringkasan Berita:
- AS mempertimbangkan mengganti nama perang Iran menjadi “Operation Sledgehammer” jika gencatan senjata gagal.
- Langkah itu dinilai bisa menjadi dasar politik dan hukum untuk memulai kembali operasi militer besar.
- Ketegangan AS-Iran masih tinggi meski gencatan senjata berlaku sejak April 2026.
TRIBUNNEWS.COM — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah menyiapkan nama baru untuk operasi militer terhadap Iran apabila gencatan senjata saat ini runtuh dan perang kembali pecah.
Menurut laporan NBC News yang mengutip pejabat Gedung Putih, Pentagon mempertimbangkan penggunaan nama “Operation Sledgehammer” untuk menggantikan “Operation Epic Fury” jika Trump memutuskan melanjutkan operasi tempur besar terhadap Teheran.
Perubahan nama operasi tersebut dinilai bukan sekadar simbolis, tetapi juga memiliki implikasi politik dan hukum yang signifikan.
Baca juga: Perang Iran Secara Hukum AS Resmi Selesai, Trump Mau Lancarkan Operasi Baru yang Berganti Nama
Dengan menggunakan nama baru, pemerintahan Trump disebut dapat berargumen kalau konflik memasuki fase baru, sehingga membuka peluang untuk “me-reset” hitungan 60 hari terkait kewajiban persetujuan perang dari Kongres AS.
Sebelumnya, pemerintahan AS secara resmi mengumumkan berakhirnya “Operation Epic Fury” setelah Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata pada awal April 2026 untuk membuka jalur diplomasi.
Namun, laporan NBC menyebut Pentagon masih terus menggunakan nama operasi tersebut dalam berbagai pembaruan resmi terkait Iran.
“Pada saat itu, pemerintah memberi tahu Kongres bahwa permusuhan dengan Iran telah berakhir. Namun Pentagon tetap menggambarkan konflik dengan Iran sebagai Operation Epic Fury,” tulis NBC.
Sumber pejabat AS mengatakan “Operation Sledgehammer” bukan satu-satunya nama yang sedang dipertimbangkan.
Meski demikian, pembahasan nama baru tersebut dianggap mencerminkan keseriusan pemerintahan Trump dalam mempersiapkan kemungkinan eskalasi ulang perang.
Gencatan Senjata Rapuh, Perang Potensial Berkobar Lagi
Latar belakang pembahasan ini tidak lepas dari rapuhnya situasi gencatan senjata AS-Iran pasca perang regional yang meletus setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.
Konflik tersebut memicu serangan balasan Iran ke berbagai negara Teluk, penutupan Selat Hormuz, serta lonjakan harga energi global.
Meski kedua negara sempat menyepakati penghentian permusuhan pada April, ketegangan tetap tinggi.
Trump baru-baru ini menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik dan menyebut gencatan senjata berada dalam “kondisi kritis.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/JET-AS-Jet-Marinir-Amerika-Serikat.jpg)