5 Populer Internasional: Pertemuan Xi Jinping dan Trump - Ketahanan Gunung Soffeh Iran Dibom 20 Kali
Artikel ini menyoroti lima isu internasional utama, di antaranya Presiden Donald Trump dan Xi Jinping sepakat menjaga Selat Hormuz tetap terbuka
Dikutip dari Al Arabiya, pembelian energi dan produk pertanian AS oleh China telah diisyaratkan sebagai bagian yang mungkin dari kesepakatan, meskipun belum ada detail konkret yang diungkapkan.
2. Gunung Soffeh Dibom 20 Kali, 'Kota Rudal' Iran Tetap Aman: Apa yang Tersembunyi di Bawah Isfahan?
Iran masih terus meluncurkan rudal meski fasilitas bawah tanahnya di dekat Isfahan digempur hampir 20 kali oleh serangan udara Amerika Serikat dan Israel.
Fakta itu memunculkan perdebatan baru di kalangan militer dunia: apakah kekuatan bom penghancur bunker paling canggih milik AS ternyata tidak cukup untuk melumpuhkan jaringan rudal bawah tanah Iran secara permanen.
Kompleks rudal bawah tanah di Gunung Soffeh, selatan Isfahan, kini menjadi simbol ketahanan strategi militer Iran.
Isfahan (atau Esfahan) bukan sekadar kota bersejarah dengan arsitektur Persia yang memukau; dalam kacamata strategi pertahanan, kota ini adalah jantung dari kompleks militer-industri Iran.
Kota ini dikelilingi oleh pegunungan Zagros, yang memberikan perlindungan alami dan memungkinkan militer Iran membangun fasilitas bawah tanah (deep-buried facilities) yang tahan terhadap serangan bom penghancur bunker (bunker buster).
Serangan demi serangan yang dilancarkan pesawat pengebom siluman B-2 Spirit hingga B-52 Stratofortress memang menghancurkan sejumlah pintu terowongan, gudang senjata, dan jalur logistik.
Namun, beberapa jam setelah dibombardir, aktivitas peluncuran rudal disebut kembali berlangsung dari kawasan yang sama.
Seorang warga Isfahan menggambarkan situasi itu dengan kalimat yang kemudian viral di media sosial dan forum pertahanan internasional.
“Gunung itu hampir setiap malam dibom, kami melihat asap membubung. Tetapi saat pagi tiba, justru dari gunung yang sama rudal kembali meluncur ke langit,” ujarnya.
Fenomena tersebut membuat doktrin “Missile Cities” atau “Kota Rudal” milik Iran kembali menjadi sorotan.
Doktrin itu memang dirancang untuk memastikan kemampuan serangan balasan Iran tetap bertahan meski menghadapi superioritas udara Barat.
Infrastruktur rudal Iran dibangun ratusan meter di dalam pegunungan granit di berbagai provinsi.