Jumat, 15 Mei 2026

Menlu Sugiono Tawarkan QRIS Jadi Referensi Transaksi Digital Negara BRICS

Menlu Sugiono menawarkan QRIS sebagai model referensi dalam pengembangan sistem pembayaran digital bagi negara-negara anggota BRICS.

Tayang:
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Dok. Kementerian Luar Negeri RI
BRICS INDIA - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono saat berpidato dalam Forum Pertemuan Tinggi Tingkat Menlu negara anggota dan mitra BRICS, di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Kamis (14/5/2026). Sugiono menawarkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang merupakan produk buatan domestik, sebagai model referensi dalam pengembangan sistem pembayaran digital bagi negara-negara anggota BRICS. 

"Mengenai inovasi, BRICS perlu menjembatani kesenjangan digital di antara para anggota dan Global Selatan yang lebih luas dalam hal konektivitas, literasi digital, dan kapasitas regulasi," pungkas Sugiono.

Sebagai informasi BRICS adalah organisasi multilateral negara berkembang yang berpengaruh, dengan tujuan memperkuat kerja sama dan suara negara-negara berkembang (Global South) baik secara ekonomi maupun politik. 

Negara anggotanya meliputi:

  • Brasil
  • Rusia
  • India
  • Republik Rakyat Tiongkok
  • Afrika Selatan
  • Mesir
  • Ethiopia
  • Iran
  • Persatuan Emirat Arab
  • Indonesia
  • Arab Saudi

Indonesia sendiri bergabung sejak 6 Januari 2025, yang diumumkan oleh Menlu Brasil sebagai tuan rumah saat itu. 

Keinginan bergabung disampaikan di KTT BRICS+ di Kazan, Rusia pada 2024. 

Alasan Indonesia bergabung adalah untuk memperkuat kerja sama dengan negara Global South, memajukan kepentingan negara berkembang, mendorong reformasi multilateral yang lebih luas, dan solidaritas perdamaian global. 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved